Search
  • Machine Vision Indonesia

Horizontal vs Vertical Integration: Apa Bedanya?



Industri 4.0 memungkinkan perusahaan manufaktur untuk melakukan kegiatan produksi dengan fleksibilitas yang lebih besar, dan bereaksi lebih cepat terhadap berbagai kejadian sehingga proses bisnis bisa berjalan lebih efisien dengan konsumsi sumber daya yang minimal.


Salah satu faktor terpenting dalam menjalankan smart factory di industri 4.0 adalah integrasi data. Integrasi data adalah sarana untuk menggabungkan data dari sumber yang berbeda, menciptakan tampilan terpadu dan meningkatkan aksesibilitas bagi penggunanya. Sebagai contoh, Anda ingin membandingkan kondisi mesin di setiap lini produksi untuk mengecek jadwal pemeliharaan. Berapa banyak waktu yang akan terbuang jika Anda harus melihat satu per satu informasi mesin secara manual? Dibandingkan dengan mengintegrasikan seluruh informasi mesin ke dalam satu platform CMMS dan melihat informasinya sekaligus dalam satu dashboard?


Jika berbicara integrasi data, ada integrasi horizontal dan integrasi vertikal. Integrasi horizontal berarti jaringan yang menghubungkan antara tiap-tiap mesin, peralatan atau unit produksi. Dengan kata lain, integrasi horizontal mengacu pada proses yang terintegrasi dengan baik di tingkat shop floor.


Sementara yang dimaksud dengan integrasi vertikal yakni integrasi mulai dari sensor ke mesin, proses produksi hingga tingkat bisnis perusahaan. Artinya adalah, kegiatan di lantai produksi dikoordinasikan secara erat dengan proses bisnis tingkat yang lebih tinggi seperti pengadaan dan integrasi dengan ERP.


Baca juga: Digital Transformation Common Mistake: Satu Solusi Satu Vendor


Kenapa integrasi sangat penting dalam membangun smart factory? Karena perusahaan yang terhubung secara real-time dapat menikmati banyak manfaat yang tidak dimiliki perusahaan yang masih bekerja dalam lingkungan yang lebih tradisional, yang biasanya memiliki silo departemen yang tidak selaras, proses manual, dan sistem yang tidak terintegrasi.


Menempatkan data yang tepat di tangan para decision maker saat mereka membutuhkannya memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan segera dalam menanggapi perubahan kondisi pasar. Perusahaan mampu menjalankan komunikasi yang lebih efektif dan pengawasan yang konsisten ketika shop floor dan desk office berbagi satu database yang kuat. Juga dengan adanya integrasi, alur berbagi informasi jadi lebih efisien. Hal ini membantu mendorong pengembangan ide atau solusi yang lebih baik dari semua bagian di perusahaan. Terakhir, integrasi yang dilakukan dengan benar dapat mengurangi biaya produksi dengan meningkatkan efektivitas mesin secara keseluruhan dan meminimalkan downtime yang tidak direncanakan dan masalah lainnya yang mungkin terjadi.

0 comments