Search
  • Machine Vision Indonesia

Digital Transformation Common Mistake: Satu Solusi Satu Vendor


Menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dimana berbagai kemajuan teknologi memungkinkan berbagai inovasi baru dan mendisrupsi banyak perusahaan di berbagai sektor. Persaingan bisnis untuk menjadi yang terdepan menjadi bagian yang tak terpisahkan di ekonomi modern saat ini. Dengan ini perusahaan akan dituntut untuk merumuskan strategi agar tetap bisa bersaing dalam pasarnya.


Dalam industri manufaktur, beberapa perusahaan menerapkan transformasi digital sebagai pengganti prosedur manual dengan tujuan meningkatkan daya saing melalui peningkatan proses bisnis, produktivitas dan efisiensi karyawan. Masing-masing tim berlomba mencari solusi digital yang sesuai dengan masalah yang mereka hadapi. Hal ini membuat mereka mempunyai pandangan yang berbeda seputar transformasi digital. Tanpa disadari, hal ini justru memunculkan masalah baru yakni kesulitan integrasi data, karena munculnya banyak data beragam yang tidak tersentralisasi dengan baik.


Baca juga: Digitalisasi Shop Floor, Apa Perlu?


Bayangkan saja jika unit warehouse memakai solusi dari vendor A dan unit maintenance memakai solusi dari vendor B. Suatu saat ketika unit maintenance memerlukan data dari unit warehouse dengan basis data yang berbeda, muncullah masalah sulitnya integrasi data antar tim. Hal ini tak jarang mengakibatkan adanya tambahan waktu dan biaya untuk mengatasinya.


Kesalahan klasik para manufacturer saat ini yakni memilih satu vendor untuk setiap solusi yang diinginkan. Alih alih memilih 1 vendor untuk semua solusi, pemilihan satu vendor untuk setiap solusi dirasa kurang efektif, karena memiliki kekurangan dalam aspek berikut:


1. Menimbulkan cost yang lebih tinggi

Dalam hal ini dibutuhkan negosiasi layanan dengan masing-masing vendor terpisah, dan akan sulit untuk menyepakati potensi potongan harga


2. Koordinasi administrasi yang ekstra

Koordinasi dengan beberapa vendor memerlukan banyak waktu dan proses administrasi yang extra terkait persetujuan kontrol proses


3. Kesulitan integrasi data

Ketika beberapa tim mengembangkan solusi berdasar komponen data yang berbeda, memunculkan kemungkinan besar akan ada masalah dalam integrasi data. Hal ini mengakibatkan adanya tambahan waktu dan biaya untuk mengatasinya


Baca juga: Digital Ecosystem Untuk Mendongkrak Added Value Perusahaan


Dibandingkan one vendor for each solution, pemilihan 1 vendor untuk semua solusi mampu mengcover semua kekurangan diatas. Mulai dari biaya yang lebih murah, mudahnya integrasi data yang mempercepat pengambilan keputusan dan mencapai optimasi alur kerja antar tim.


Setelah mempertimbangkan beberapa hal diatas, bukankah sudah waktunya para manufacturer saat ini beralih untuk memilih 1 vendor untuk semua solusi di shop floor?


0 comments