top of page

Feasibility Study: Pengertian, Tujuan, dan Perannya dalam Transformasi Digital

  • Writer: Machine Vision Indonesia
    Machine Vision Indonesia
  • 5 minutes ago
  • 3 min read
feasibility study dalam transformasi digital

Transformasi digital menjadi rencana strategis bagi banyak perusahaan industri, terutama industri manufaktur. Akan tetapi, di balik berbagai inisiatif digital seperti automation, MES, AI, hingga smart factory, tidak sedikit proyek gagal memberikan dampak bisnis yang nyata. 


Riset dari McKinsey menunjukkan bahwa lebih dari 70% inisiatif transformasi digital gagal, karena kurangnya perencanaan awal, kesiapan organisasi, serta ketidaksesuaian teknologi dan kebutuhan bisnis. Di sinilah feasibility study memegang peran penting sebagai fondasi awal transformasi digital yang berkelanjutan. 


Di artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai feasibility study, serta perannya dalam memastikan keberhasilan transformasi digital di industri. 


Pengertian Feasibility Study

Feasibility study adalah studi kelayakan untuk menilai apakah suatu proyek, investasi, dan inisiatif layak untuk dijalankan dari berbagai aspek, seperti teknis, operasional, finansial, dan bisnis. 


Dalam konteks umum, feasibility study bertujuan menjawab pertanyaan mendasar, seperti: 

  • Apakah proyek ini layak dijalankan? 

  • Apakah sumber daya yang dimiliki sudah memadai? 

  • Apakah manfaat yang diperoleh sebanding dengan investasi yang dikeluarkan? 

  • Risiko apa saja yang mungkin muncul? 

Hasil feasibility study menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen sebelum melangkah ke tahap implementasi. 


Tujuan Feasibility Study dalam Industri

Di lingkungan industri, feasibility study memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: 

  • Mengurangi risiko kegagalan proyek

  • Memastikan investasi selaras dengan tujuan bisnis

  • Memberikan gambaran kesiapan operasional dan teknologi

  • Menjadi dasar penyusunan roadmap implementasi

  • Memproyeksikan dampak bisnis dan Return on Invesrment (ROI) 

Tanpa studi kelayakan yang siap, perusahaan berisiko mengadopsi teknologi yang tidak relevan, sulit diintegrasikan, atau tidak memberikan nilai tambah jangka panjang. 


Feasibility Study dalam Transformasi Digital Industri 

Dalam transformasi digital industri, feasibility study tidak hanya menilai kelayakan proyek dari sisi teknologi, tetapi juga kesiapan ekosistem industri secara menyeluruh. 


Ini mencakup penilaian terhadap:

  • Kematangan proses operasional saat ini 

Menilai sejauh mana proses produksi telah terdokumentasi, terstandarisasi, dan konsisten. Proses yang belum stabil akan menyulitkan implementasi sistem digital. 

  • Kesiapan data dan integrasi sistem

Evaluasi bagaimana data produksi dikumpulkan, dicatat, dan digunakan. Apakah masih manual, tersebar diberbagai sistem, atau sudah terintegrasi antar mesin dan departemen. 

  • Infrastruktur teknologi di lantai produksi

Menilai kondisi mesin, sistem otomasi, SCADA, ERP, hingga potensi penerapan teknologi seperti MES, AI, atau visual inspection

  • Kesiapan organisasi dan SDM 

Transformasi digital butuh kesiapan tim. Feasibility study juga melihat kompetensi SDM, kesiapan perubahan, dan dukungan manajemen. 

  • Proyeksi ROI dan dampak bisnis dari digitalisasi 

Analisis manfaat bisnis yang dapat dicapai, seperti peningkatan efisiensi, penurunan downtime, peningkatan kualitas, hingga penghematan biaya operasional. 


Pendekatan ini sangat penting karena transformasi digital bukan sekedar implementasi sistem, melainkan perubahan cara kerja, pengambilan keputusan, dan budaya berbasis data. 


Risiko Transformasi Digital Tanpa Feasibility Study

  • Investasi teknologi yang tidak sesuai kebutuhan 

  • Sistem digital tidak digunakan secara optimal

  • Data tetap terfragmentasi dan tidak dimanfaatkan

  • ROI tidak tercapai

  • Resistensi internal terhadap perubahan


Kesimpulan

Feasibility study menjadi fondasi penting dalam memastikan keberhasilan transformasi digital. Dengan studi kelayakan yang komprehensif, perusahaan dapat memahami kondisi aktual, kesiapan data dan teknologi, dan potensi dampak bisnis sebelum melakukan investasi digital. 


Di era industri 4.0, perlu langkah strategis untuk membangun transformasi digital yang terarah, realistis, dan berkelanjutan. 


Bagi perusahaan industri yang ingin memulai transformasi digital yang lebih teurukur, feasibility study dapat jadi titik awal penting dalam menyusun roadmap dan strategi implementasi yang tepat. 


Ingin memahami kesiapan industri Anda sebelum bertransformasi digital? Konsultasikan feasibility study dengan tim ahli kami untuk mendapatkan assesment menyeluruh terkait kematangan operasional, kesiapan data, serta proyeksi ROI yang relevan dengan kebutuhan bisnis Anda. 


Pertanyaan Seputar Feasibility Study

Apa itu Feasibility Study

Feasibility study adalah studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai apakah suatu proyek atau investasi layak dijalankan dari aspek teknis, operasional, dan finansial. 

Mengapa Feasibility Study penting dalam transformasi digital? 

Karena transformasi digital melibatkan investasi besar dan perubahan proses, feasibility study membantu perusahaan memahami kesiapan operasional, data, dan teknologi serta potensi ROI sebelum implementasi. 

Apa saja yang dianalisis dalam Feasibility Study di industri? 

Umumnya, meliputi kematangan proses, kesiapan data, kondisi teknologi, kesiapan organisasi, serta proyeksi dampak bisnis dan ROI. 

Apakah Feasibility Study hanya untuk perusahaan besar? 

Tidak. Perusahaan manufaktur skala menengah pun sangat dianjurkan melakukan feasibility study agar transformasi digital dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran. 

Kapan waktu terbaik melakukan Feasibility Study

Ideal dilakukan sebelum memulai proyek transformasi digital, seperti implementasi MES, CMMS, Visual Inspection, atau integrasi sistem industri. 


Comments


Ready to digitally transform your company? 

Discuss with us how our solution enables future digital growth in your company 

Screenshot_2022-11-14_at_11.54.24_AM-removebg-preview.png
bottom of page