Search
  • Machine Vision Indonesia

Bagaimana Cara Memilih Solusi Big Data yang Tepat?


Setelah kemarin kami sempat membahas tentang seberapa besar proyek big data mengalami kegagalan, serta bagaimana cara yang tepat untuk menghindarinya. Saat ini mari beralih ke topik bagaimana cara memilih solusi big data yang tepat. Pemilihan solusi big data yang cocok tidak bisa sembarangan, perusahaan perlu memikirkan berbagai faktor. Karena Big Data terdiri dari banyaknya data terstruktur maupun tidak terstruktur, dan ukurannya pun akan terus bertambah sesuai banyaknya kebutuhan. Banyak perusahaan SaaS menawarkan berbagai jenis aplikasi Big Data. Berbagai jenis aplikasi big data tersebut akan bergantung sesuai tujuan masing-masing perusahaan. Jika tim sales dan marketing ingin menggunakan Big Data untuk mengungkap peluang baru dengan meningkatkan pendapatan, maka perusahaan dapat mempertimbangkan data lake atau data mining. Jika perusahaan ingin membuat budaya berbasis data di seluruh organisasi, maka dapat mempertimbangkan data lake dan predictive analytics. Berikut beberapa tipe big data yang paling umum dan manfaatnya bagi perusahaan.

Jenis Big Data

Kegunaan

Data warehouse

Mengumpulkan berbagai data dari database internal maupun eksternal dan membuatnya lebih terstruktur sehingga lebih mudah untuk dianalisis

Data lake

Lebih fleksibel dan dikombinasikan dengan variasi dan jumlah besar data yang disimpan, menjadikannya ideal untuk analitik data yang lebih advance

Business intelligence

Software analitik dan reporting yang membantu para pemimpin membuat keputusan operasional di masa depan

Predictive analytics

Mampu memprediksi kejadian masa depan berdasar data historis yang dikombinasikan dengan model statistik, data mining dan machine learning

Beberapa karakteristik ini harus diperhatikan dalam pemilihan aplikasi big data:

  1. Integrasi dengan teknologi yang sudah ada Mengganti teknologi sepenuhnya yang sudah ada akan mengganggu sistem dan biaya yang lebih besar. Sehingga lebih baik mencari solusi yang dapat digunakan secara bersamaan dengan teknologi yang sudah ada

  2. Skalabilitas Penyimpanan big data akan semakin bertambah besar setiap harinya. Sehingga aplikasi big data berbasis cloud lebih bermanfaat secara eksponensial.

  3. Visualisasi Penyajian analisis data dengan visualisasi bagan, chart, dan grafik akan memudahkan otak manusia memprosesnya dengan mempercepat proses identifikasi wawasan yang dapat ditindaklanjuti selanjutnya

  4. Security Sebagian besar data perusahaan mengandung informasi sensitif yang tidak boleh keluar dari lingkup perusahaan. Sehingga perusahaan perlu memastikan aplikasinya memiliki perlindungan yang lebih untuk mencegah berbagai ancaman hacker.

  5. Ekosistem Perusahaan harus mempertimbangkan bagaimana tiap aplikasi dapat saling terintegrasi karena tidak mungkin bagi perusahaan besar hanya menggunakan 1 kegunaan aplikasi big data.

Pemilihan aplikasi Big Data yang cocok dilanjutkan dengan pemilihan vendor sesuai dengan karakteristik perusahaan memang membutuhkan perjalanan yang panjang. Apalagi perusahaan harus memastikan karakteristik ekosistem dan integrasi dengan teknologi warisan ada dalam aplikasi Big Data. Namun dengan majunya teknologi saat ini terdapat jalan pintas yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan teknologi low code.


Low code platform populer di era digitalisasi saat ini karena perannya yang mampu mempercepat proses transformasi digital. Low code platform memungkinkan orang-orang tanpa skill coding untuk membuat aplikasi berdasarkan masalahnya sendiri dan menciptakan ruang kolaboratif yang terpusat.

0 comments