Search
  • Machine Vision Indonesia

5 Industri Ini Akan Berubah Karena Metaverse


Konsep metaverse memberikan kesempatan semua orang untuk memasuki dunia virtual menggunakan headset VR. Semuanya dapat dengan mudah mengkustomisasi representasi digitalnya atau yang disebut avatar untuk berinteraksi dengan avatar lain hingga perusahaan virtual yang ada.


Dengan berbagai keleluasaan akses di dunia virtual, Metaverse menjadi gerbang baru pembuka pengalaman digital. Kehadirannya seakan menghilangkan batas geografis dan membuka berbagai kemungkinan aktivitas yang menarik. Penggunanya dapat melakukan apapun mulai dari sekedar interaksi sosial, belajar, bermain, hingga berbisnis.


Berdasarkan report Bloomberg Intelligence, lingkungan digital ini memiliki prospek ekonomi yang sangat baik sehingga diperkirakan akan mencapai 800 miliar pada pertengahan dekade ini, dan pada tahun 2030 angka itu diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 2,5 triliun. Melihat jumlah yang fantastis ini, jelas mengapa perusahaan teknologi besar menganggap metaverse sebagai masa depan internet.


Memasuki tahun 2022 dan kedepannya, 5 industri ini berpotensi akan berubah karena Metaverse:

  1. Industri Media dan Hiburan Mungkin bagi beberapa orang tidak kaget dan sudah mengira jika industri hiburan menjadi industri yang paling memungkinkan untuk mengadopsi metaverse. Sejak pandemi covid-19 berlangsung, banyak industri hiburan tatap muka seperti bioskop, stadion olahraga hingga konser terhenti sementara. Namun halangan itu tidak menghambat perusahaan penyelenggara untuk mengadakan konser. Alhasil, beberapa artis seperti Justin Bieber, Ariana Grande dan Imagine Dragons menggelar konsernya secara virtual. Pengalaman konser virtual ini tentunya membuka keuntungan baru diluar faktor fisik seperti tidak terbatasnya kapasitas penonton dan akses tempat.

  2. Industri Manufaktur Siapa sangka manufaktur dapat memanfaatkan metaverse selayaknya industri media dan hiburan sebelumnya? Metaverse turut memamerkan banyak peluang keunggulan untuk sektor manufaktur, diantaranya mempercepat desain proses produksi. User dapat mengembangkan produk dengan lebih kolaboratif hingga dapat mengurangi risiko quality control. BMW contohnya, perusahaan raksasa ini berhasil mengadopsi pabrik virtual dalam salah satu fasilitas manufakturnya untuk perencanaan proses produksi yang lebih baik. Di sana, mereka dapat mengidentifikasi bagaimana proses kerja mereka dibuat supaya lebih efisien dan aman, tanpa harus memperlambat produksi yang sedang berlangsung. Baca juga: Metaverse di Manufaktur: Hype Sesaat atau Realita Masa Depan?

  3. Game Berbeda dengan sektor lain, industri game telah mengadopsi konsep metaverse lebih dulu sebelum metaverse booming seperti saat ini. Konsep metaverse dengan unsur avatar 3D dengan teknologi imersif sudah dapat ditemukan di beberapa game seperti SimCity dan Minecraft. Roblox, perusahaan game terkemuka dengan pengalaman metaverse telah menandatangani beberapa kemitraan dengan perusahaan lain untuk memperluas proyek metaverse. Sementara Epic Games saingannya, mengumumkan telah mendapat pendanaan $1 miliar untuk mempercepat proyek jangka panjangnya mengembangkan metaverse.

  4. E-commerce dan Retail Sejak pandemi covid 19 melanda, terjadi perubahan gaya dan perilaku konsumen dalam berbelanja. Pandemi mendorong semua orang untuk berbelanja dari rumah, permintaan akan e-commerce kian meningkat. Namun, saat ini teknologi telah bergeser ke arah metaverse, membuat gaya belanja lebih menarik dan mendalam secara virtual. E-commerce raksasa seperti Amazon telah mengadopsi metaverse ke pasarnya. Fitur AR dan room decorator terbarunya memungkinkan user melihat tampilan furnitur dan dekorasi lainnya di ruang yang telah terkustomisasi dan dapat diakses melalui ponsel atau tablet. User juga dapat melihat beberapa produk secara bersamaan, dan bahkan menyimpan snapshot AR dari ruangan untuk ditinjau lebih lanjut.

  5. Arsitektur dan Rekayasa Dunia metaverse tentu saja membutuhkan arsitektur untuk mengisi infrastruktur di dalamnya. Arsitek akan dibutuhkan untuk menciptakan bangunan, kota, dan real estat yang akan menampung semua aktivitas metaverse. Selain itu, para arsitek akan menjadi tempat di mana mereka dapat bekerja lebih kreatif dan efektif. Omniverse Nvidia misalnya, perusahaan ini membangun platform terbuka untuk kolaborasi virtual dan simulasi real-time yang akurat secara fisik. Platform ini memungkinkan para arsitek dan engineer dapat berkolaborasi membangun aset 3D yang sama dimanapun mereka berada.

Meskipun masih berkembang, konsep metaverse tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk mempengaruhi sektor lain, yang mana akan memunculkan peluang dan pekerjaan baru. Bisa saja kedepannya metaverse akan meluas ke sektor pendidikan, olahraga, hingga fashion. Tidak hanya menciptakan cara baru dalam melakukan sesuatu, metaverse juga akan membawa bisnis baru ke dalam pengalaman yang tidak ada saat ini dilengkapi jenis pekerjaan baru untuk memenuhi kebutuhan bisnis tersebut.

Referensi: Forbes


0 comments