Search
  • Machine Vision Indonesia

Metaverse di Manufaktur: Hype Sesaat atau Realita Masa Depan?



Kemajuan teknologi seringkali menjadi kejutan yang tidak bisa diprediksi. Seluruh dunia saat ini tengah ramai dengan perbincangan metaverse. Dulu, konsep metaverse hanya terkesan imajinasi di film science fiction seperti film Ready Player One dan The Matrix. Namun, saat ini metaverse sudah bisa diwujudkan lebih dari narasi belaka. Beberapa perusahaan besar seperti Facebook, Unity, dan Nvidia telah mencap diri mereka sebagai pembangun metaverse.


Metaverse adalah bentuk dunia virtual 3D yang memberikan pengalaman semua orang, terlepas di mana ia berada, dapat berinteraksi dan bersosialisasi secara real-time. Singkatnya, metaverse adalah teknologi digital 3D yang mereplikasi pengalaman dunia nyata. Semua user dapat melakukan apa saja dalam dunia virtual disertai tampilan avatar masing-masing.

Berbicara tentang fungsionalitas metaverse, mayoritas perusahaan tengah fokus pada penyediaan game atau mewujudkan pengalaman baru seperti konser virtual. Baru-baru ini pun Justin bieber sempat mengadakan konser virtual di metaverse. Poinnya adalah, banyak perusahaan yang lebih fokus membangun aspek jejaring sosial di metaverse. Meskipun demikian, ada beberapa contoh kasus menarik dari metaverse yang bisa digunakan oleh bisnis seperti remote work, e-commerce, meeting, bahkan bisnis manufaktur pun bisa memanfaatkan metaverse. Betul, bisa sampai sektor manufaktur sekalipun.


Salah satu institut di Korea Selatan, KAIST saat ini tengah membangun pabrik virtual di lingkup metaverse. Terobosan ini memungkinkan pengguna menjelajahi pabrik untuk memantau proses manufaktur sampai menjadikan metaverse sebagai selling platform. Apa saja manfaat metaverse untuk manufaktur? Bagaimana cara perusahaan memanfaatkannya? Bagaimana dampak metaverse terhadap manufaktur?

Metaverse adalah dunia digital pertama. Pendekatan metaverse untuk manufaktur mirip seperti Shopify yang berupa e-commerce dan berfungsi untuk memfasilitasi hubungan antara pemilik bisnis dan pemasok. Berikut beberapa highlight yang akan terjadi dalam manufaktur dengan pendekatan metaverse:

  • Desain proses produksi yang cepat Lingkungan virtual memberikan akses yang lebih leluasa untuk mensimulasikan proses produksi dengan lebih mudah dan aman. User dapat lebih mudah untuk merancang dan memindahkan aset produk. Salah satu perusahaan otomotif yang telah berhasil menerapkan pabrik virtual adalah BMW. BMW menerapkan pabrik virtual dalam salah satu fasilitas manufakturnya untuk perencanaan proses produksi yang lebih baik. Di sana, mereka dapat mengidentifikasi bagaimana proses kerja mereka dibuat supaya lebih efisien dan aman, tanpa harus memperlambat produksi yang sedang berlangsung.

  • Pengembangan produk yang lebih kolaboratif Metaverse menyuguhkan teknologi untuk menyatukan banyak orang di dunia virtual untuk saling berkolaborasi dan berbagi ide untuk pengembangan produk. Lingkungan digital interaktif ini memungkinkan banyak pihak pengembang produk untuk mengerjakan proyek bersama secara real-time. Mulai dari perencanaan, pengembangan dan evaluasi yang kolaboratif berbagai pihak tentunya akan mempercepat proses pengerjaan proyek akan cepat selesai.

  • Mengurangi risiko quality control Prototipe produk virtual yang dikembangkan di lingkup metaverse memungkinkan para manufaktur dapat menyempurnakan proses produksi dan meminimalkan margin kesalahan produk. Hal ini menghasilkan kualitas produk yang lebih baik dan lebih konsisten. Finalnya, quality control yang baik akan mengarah pada kepuasan pelanggan, peningkatan profitabilitas dan pengembalian produk cacat yang rendah.

  • Ekspektasi transparansi supply chain Beberapa tahun terakhir memang terdapat peningkatan permintaan transparansi rantai pasokan. Menurut MIT Sloan School of Management, konsumen bersedia membayar ekstra kisaran 2% - 10% lebih mahal untuk produk yang menawarkan transparansi rantai pasokan. Peningkatan transparansi ini berarti konsumen dapat mengetahui keseluruhan proses pengadaan barang. Mereka dapat mengetahui waktu tunggu barang, keterlambatan pengiriman dan visibilitas perjalanan barang hingga produk sampai di tangannya.

Berdasarkan pembahasan diatas, metaverse memang memamerkan peluang dengan banyak keunggulan dan manfaat bagi sektor manufaktur. Namun, akankah metaverse menjadi realita baru yang menjanjikan untuk jangka panjang, atau hanyalah sekedar hype sesaat?


Apa yang bisa kita mulai dari sekarang? Terlepas dari hype, manufaktur Indonesia dirasa masih jauh untuk mencapai metaverse di level seperti yang dijabarkan pada contoh di atas. Mengingat masih ada banyak produsen yang kekurangan infrastruktur pengumpulan data, teknologi pemrosesan data dan masih memerlukan bimbingan lagi untuk melakukan transformasi digital.


Namun, masih jauh bukan berarti tidak bisa sama sekali untuk mengejar. Bagi para manufacturer, langkah realistis pertama yang bisa dimulai sekarang adalah memulai digitalisasi, menciptakan ekosistem yang familiar dengan dunia digital. Tipsnya, mulailah dari tim yang mempunyai masalah terbesar, urgent dengan jumlah manpower yang terbatas. Digitalisasi tidaklah harus serentak dilakukan semua departemen, namun harus perlahan sembari mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki selama proses transformasi digital berlangsung.


Machine Vision dapat menjadi partner terbaik untuk memulai transformasi digital Anda. Kami membantu mulai dari awal proses pengumpulan data, mengatur seluruh operasional data hingga menghubungkan proses di seluruh shop floor berdasarkan data.

0 comments