Cari
  • Atika A

Transformasi Digital Pabrik Minuman Berusia 154 Tahun


Proses transformasi digital di The Coca Cola Company merupakan pendorong aktivitas bisnis di seluruh jajaran pabriknya di dunia. Coca Cola melakukan transformasi bisnis di empat area, experience, operation, business dan culture. Experience yakni menciptakan pengalaman pelanggan yang relevan, operation yaitu memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan proses operasi, business yaitu mendisrupsi proses bisnis, dan culture, melakukan transformasi pada budaya perusahaan.


Kemunculannya yang terbilang sudah sangat lama, yakni di tahun 1866 membuat kita menganggap Coca Cola pasti telah menjadi perusahaan yang lebih dulu merencanakan agenda transformasi digital. Tapi nyatanya, agenda transformasi digital di Coca Cola baru diinisiasi pada 2018 setelah pengumuman penurunan pendapatan sebesar 10%. Keempat area fokus transformasi di atas merupakan bentuk upaya Coca Cola agar tetap relevan di era digital disruption.


Coca Cola Amatil, distributor Coca Cola untuk wilayah Asia Pasifik juga tidak luput dalam mengoptimalkan kegiatan transformasi digital di seluruh pabriknya. Khususnya Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI). Melalui program Supply Chain Academy dan One Amatil IT, Coca Cola Amatil Indonesia meningkatkan kapabilitas karyawannya untuk mendukung transformasi digital di perusahaan.


Untuk mengembangkan proses operasinya, CCAI memanfaatkan otomasi, Internet of Things (IoT) dan integrasi elemen-elemen industri 4.0 lainnya. Sistem produksi di pabrik CCAI telah menggunakan sistem otomatis & terintegrasi seperti e-SIC (Short-Interval Control), serta kombinasi antara adopsi teknologi Industrial Internet of Things (IIoT) dan machine learning.


CCAI juga bekerja sama dengan berbagai startup untuk meningkatkan proses bisnisnya. Di tahun 2019, Coca Cola Amatil melalui Amatil X menanamkan venture capital di Indonesia yang bertujuan untuk membantu startup yang bergerak di bidang-bidang yang berkaitan dengan prioritas bisnis Coca Cola.


Peningkatan customer experience dengan teknologi digitalisasi juga tak luput dari perhatian Coca Cola sebagai perusahaan minuman yang menempati posisi teratas market share di dunia. CCAI memanfaatkan omnichannel agar konsumen bisa dengan mudah mendapatkan produk Coca Cola. Selain itu, penambahan augmented reality pada kemasan menambah keunikan pengalaman yang dirasakan oleh konsumen Coca Cola.


Upaya transformasi digital yang dilakukan CCAI berhasil membuatnya memperoleh penghargaan IDC Digital Transformation Awards 2019, penghargaan bagi lembaga pemerintah dan korporasi yang berhasil menerapkan teknologi digital di organisasinya.



Artikel ini merupakan rangkaian dari seri Machine Vision Inside Factory Vol. 2. Untuk membaca artikel dari seri Inside Factory Vol. 1, silahkan download di sini

MACHINE VISION
LINKS
ABOUT

lanius@machinevision.global

+62 821 4369 4139

+62 877 5339 3797

Jalan Baruk Utara X no. 37 Perum Pondok Nirwana, Rungkut

Surabaya, Indonesia

SOCIAL
  • White Instagram Icon
  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon

© 2020 by Machine Vision Indonesia