Cari
  • Atika A

Tips Memulai #WorkFromHome Bagi Employer

Diperbarui: Mar 27


Bekerja secara remote, remote working, atau bekerja tidak pada “kantor” yang selama ini kita kenal bukan lagi sekedar imajinasi masa depan. Remote working kini telah menjadi tren terutama bagi pekerja generasi millenial. Di samping itu, sudah cukup banyak perusahaan yang mengadopsi kebijakan remote working ke dalam SOP mereka. Hal ini berarti perusahaan-perusahaan tersebut telah memfasilitasi karyawannya untuk bekerja secara remote di waktu-waktu tertentu.


Banyak penelitian menyebutkan bahwa remote working dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja karyawan. Nicholas Bloom dkk dalam penelitiannya yang berjudul “Does Working from Home Work? Evidence from a Chinese Experiment” menunjukkan adanya peningkatan performa karyawan sebesar 13% dan menurunkan biaya turnover karyawan sebesar USD 400 per karyawan per tahun.


Remote working juga dapat menjadi solusi atas kondisi darurat yang terjadi. Seperti contohnya kondisi yang saat ini sedang terjadi. Di mana penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas, pemerintah mulai menganjurkan masyarakat untuk #DiRumahSaja. Hal ini membuat banyak perusahaan memilih untuk melakukan #WorkFromHome demi menjaga keselamatan dan kesehatan para karyawan. Namun tidak semua perusahaan familiar dengan #WorkFromHome atau remote working ini. Alih-alih menguntungkan perusahaan, remote working malah membuat para manajer dan HRD bingung dalam menyusun kebijakan.


Lantas, bagaimana cara memulai #WorkFromHome bagi perusahaan yang baru akan menerapkan kebijakan ini? Berikut beberapa tips bagi para manajer dan HRD untuk memulai #WorkFromHome agar timnya bisa tetap produktif dan target pun dapat tercapai.


1. Adakan rapat dua kali sehari

Kendala memulai #WorkFromHome ada pada pembagian workload karyawan. Ajak tim anda untuk melakukan rapat internal baik melalui video conference atau group call di pagi dan sore hari. Mulai rapat di pagi hari untuk mendata pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan dan oleh siapa pekerjaan tersebut dikerjakan. Kemudian, lakukan rapat di sore hari untuk membahas progres dan review pekerjaan ataupun kendala yang dihadapi terkait apa yang dikerjakan hari ini. Kiat ini juga bisa sekaligus digunakan sebagai absensi karyawan.


2. Atur strategi komunikasi

Ketika bekerja dari jarak jauh, kelancaran dan kejelasan komunikasi menjadi kunci yang paling penting agar terhindar dari miskomunikasi. Tiap kepala divisi bisa berdiskusi bersama timnya untuk menentukan metode dan media komunikasi yang sesuai. Di tengah masifnya penggunaan IoT, jangkauan komunikasi bisa menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi yang tersebar di internet.


3. Manfaatkan aplikasi cloud

Beberapa perusahaan memiliki sistem email dan cloud yang hanya bisa diakses di dalam jaringan LAN kantor. Perusahaan bisa memanfaatkan situs penyedia cloud seperti google atau dropbox untuk mempermudah pekerjaan yang memerlukan kolaborasi antar karyawan dan tim, bahkan mempermudah manajer untuk mengakses hasil kerja anggota timnya.


4. Gunakan sistem monitoring di shop floor

Tidak semua karyawan bisa melakukan #WorkFromHome. Seperti karyawan yang berada di departemen produksi dan gudang yang diharuskan untuk tetap bekerja di pabrik agar proses produksi tetap berjalan. Ada kalanya manajer membutuhkan laporan real time terkait kondisi gudang maupun mesin yang beroperasi di shop floor namun tidak memungkinkan untuk datang ke pabrik. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan memerlukan sistem seperti OEE Analytics dan Smart Warehouse yang memungkinkan para manajer terkait untuk melakukan monitoring secara langsung melalui gadget masing-masing.


Sumber:

Bloom, Nicholas & Liang, James & Roberts, John & Ying, Zhichun. (2013). Does Working from Home Work? Evidence from a Chinese Experiment. The Quarterly Journal of Economics

MACHINE VISION
LINKS
ABOUT

[email protected]

+62 821 4369 4139

+62 877 5339 3797

 

Jalan Ir. Soekarno No. 487

Surabaya, 60115

Indonesia

SOCIAL
  • White Instagram Icon
  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon

© 2020 by Machine Vision Indonesia