Search
  • Machine Vision Indonesia

Strategi Mendorong Terwujudnya Manufaktur Berbasis Data



Saat berencana mengoptimalkan efisiensi produksi, ada beberapa pendekatan yang bisa Anda pilih. Tentunya di sini kita membicarakan pendekatan berbasis data untuk mewujudkan manufaktur yang didorong oleh data, atau istilah lainnya data-driven manufacturing..


Untuk mewujudkan ekosistem data-driven ini, Anda bisa memilih pendekatan yang sesuai dengan kondisi perusahaan dalam tahapan transformasi digital. Anda bisa memanfaatkan teknologi edge computing atau industrial IoT untuk memperoleh data di shop floor secara otomatis. Atau jika perusahaan masih berada di fase digitasi, Anda bisa memasukkan statistik mesin secara manual ke dalam excel untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Tapi tentu saja, otomasi dan digitalisasi jadi tujuan setiap pelaku manufaktur karena bisa membuat proses pengambilan data shop floor dan pengolahannya menjadi proses yang lebih efisien.


Tapi, apa sih sebenarnya data-driven manufacturing?


Manufaktur berbasis data adalah pendekatan yang memanfaatkan data dari peralatan yang ada di shop floor, operator, supply chain, dan sumber lainnya untuk memungkinkan perusahaan membuat keputusan yang lebih baik saat mereka berupaya mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Pendekatan ini mengedepankan penggunaan fakta dan serangkaian KPI yang ketat alih-alih mengambil keputusan berdasarkan tebakan, bukti anekdot, atau firasat.


Agar berhasil memanfaatkan data dalam suatu operasi, pertama-tama Anda harus dapat mengumpulkan data akurat yang dapat diproses dan ditampilkan secara efektif sehingga mudah dipahami pengguna.


Misalnya, jika Anda mengumpulkan data kinerja mesin secara manual di papan atau kertas, tidak hanya Anda butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, tapi juga ada kemungkinan terjadi human error. Di sisi lain, pengumpulan data langsung dari mesin melalui PLC menghasilkan aliran data yang sangat akurat dan tidak bias. Kedua solusi di sini dapat dianggap data-driven, tapi contoh yang terakhir jauh lebih unggul dan akan mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih baik.


Tantangan menjadi manufaktur berbasis data


Meskipun ada beragam teknologi pengambilan data, banyak pelaku manufaktur yang masih kesulitan menggunakannya. Karena tantangan besar inilah tujuan manufaktur berbasis data tampaknya semakin sulit dicapai.


Beberapa tantangan yang dihadapi manufaktur saat akan menjadikan pabriknya sebagai manufaktur berbasis data antara lain:


Data silo: banyak sistem dan peralatan tidak dibangun dengan maksud untuk terhubung satu sama lain. Masalah ini mungkin hasil dari sistem operasi yang terpisah antara departemen yang berbeda, atau hanya kurangnya dokumentasi dan komunikasi sehingga akan sulit untuk mengumpulkan data dari seluruh sistem yang berbeda,


Ancaman keamanan: Masalah keamanan IoT industri muncul karena dua alasan utama. Pertama, karena semakin banyak perangkat yang terhubung, ada peluang lebih besar untuk menciptakan kerentanan untuk pelanggaran. Kedua, persoalan keamanan belum pernah ditangani di tingkat mesin sebelumnya, yang berarti tidak ada standar atau protokol yang dikembangkan.


Penyimpanan data: Semakin banyak perangkat dan sistem terhubung yang diaktifkan, semakin banyak data yang akan dikumpulkan. Aliran data yang berkembang membutuhkan tempat penyimpanan untuk dikumpulkan dan diproses, Untuk menyimpannya pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit


Bagaimana strategi yang bisa dilakukan untuk mendorong manufaktur berbasis data?


Ada dua aspek strategi yang harus dijalankan untuk mewujudkan manufaktur berbasis data, yaitu strategi di optimalisasi proses dan predictive maintenance.


Langkah awal untuk mengoptimalkan kapasitas produksi suatu mesin adalah dengan memahami kemampuannya dan kondisi kerja di sekitarnya. Kondisi ini dapat mencakup pengetahuan tentang persediaan yang tersedia dan kecepatan bahan baku sampai ke mesin. Untuk memperoleh pengetahuan ini, integrasi solusi pengambilan data seperti perangkat HMI akan diperlukan. Data yang dikumpulkan dan kemampuan untuk memvisualisasikan KPI memberikan wawasan yang luar biasa tentang proses produksi baik bagi pengambil keputusan maupun karyawan yang bertugas di shop floor..


Wawasan ini kemudian dapat diterapkan dalam mengembangkan strategi pengoptimalan proses yang memastikan produksi berlanjut pada tingkat optimalnya. Pendekatan berbasis data untuk pengoptimalan proses juga memungkinkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membatasi produktivitas.


Berikutnya, mesin-mesin yang beroperasi di shop floor tentu harus terus dirawat untuk memastikan mereka berfungsi secara optimal, itulah sebabnya setiap pabrik pasti memiliki strategi perawatan untuk mengatasi kegagalan mesin. Strategi berbasis data menghadirkan pendekatan proaktif untuk perawatan mesin melalui pemantauan setiap indeks kinerja yang menggambarkan status kesehatan mesin beserta komponen di dalamnya. Dengan pendekatan ini, downtime yang tidak direncanakan akan dihilangkan, sehingga mengoptimalkan efisiensi produksi.


Untuk menjalankan strategi-strategi mewujudkan manufaktur berbasis data, Machine Vision Indonesia mendukung penuh transformasi di shop floor Anda melalui solusi-solusi digitalisasi yang bisa disesuaikan dengan setiap kondisi di pabrik Anda. Pelajari lebih lanjut solusi-solusi dari Machine Vision Indonesia dengan klik di sini.

0 comments