Search
  • Machine Vision Indonesia

Mitsubishi Tingkatkan Akurasi Maintenance dengan 3D Augmented Reality

Popularitas AR membuat banyak orang mengharapkan AR menjadi teknologi yang bisa mereka temui di tempat kerja mereka. Kehadiran AR, terutama di shop floor tentu akan mempermudah pekerjaan operator dan user lainnya. Penggunaan AR di industri manufaktur tidak hanya sebagai teknologi pendukung pelatihan, tapi juga cocok untuk berbagai aplikasi mulai dari maintenance, perbaikan, dan untuk membantu perakitan yang kompleks.


AR berguna untuk menampilkan informasi tambahan dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Informasi relevan tentang sebuah objek yang dikirim ke layar akan muncul sebagai overlay atau diproyeksikan ke layar smartphone atau tablet.


Banyak pelaku manufaktur yang mempertimbangkan bagaimana mengintegrasikan AR ke dalam proses produksi mereka. Melakukan pelatihan dengan AR untuk mempermudah operator merakit bagian-bagian yang rumit adalah salah satu contohnya. Pemilihan dan pengurutan komponen yang tepat sangat penting, dan penggunaan AR membantu operator menghindari kesalahan pemasangan komponen. Contoh lainnya yakni penggunaan AR untuk memantau kondisi mesin dan mempermudah maintenance


Mitsubishi Electric merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang sudah sejak 2016 mengintegrasikan AR dalam proses produksinya. Mitsubishi Electric telah mengembangkan teknologi dukungan pemeliharaan menggunakan AR berdasarkan model tiga dimensi. Kacamata pintar mereka menggunakan model 3D yang dihasilkan dengan memindai objek dengan kamera AR yang dapat dikenakan. Teknisi yang memakai kacamata pintar bisa mengonfirmasi urutan pemeriksaan pada layar AR, lalu memasukkan hasilnya secara lisan. Teknologi ini membantu mengurangi beban kerja dan menghindari kesalahan entri karena informasi dapat dimasukkan dengan suara, bahkan di lingkungan yang bising. Canggihnya lagi, sistem juga akan meminta operator untuk memasukkan kembali data yang ambigu atau tidak lengkap.


Sumber gambar: Mitsubishi Electric


Teknologi AR tiga dimensi ini merupakan upgrade dari teknologi AR sebelumnya yang hanya mendukung objek dua dimensi. Yang membedakan kedua teknologi ini meskipun sama-sama AR adalah tingkat akurasi AR tiga dimensi ini sebesar 95%, sementara AR dua dimensi memiliki tingkat akurasi 90%. Selain itu, tingkat kesalahan posisi objek menjadi hanya 1,2 cm dari yang sebelumnya 4 cm pada jarak 60 cm.


Teknologi augmented reality baru ini mampu menyelesaikan dua masalah utama yang tidak bisa diselesaikan teknologi sebelumnya. Pertama, sistem AR konvensional yang menggunakan pencitraan dua dimensi memerlukan volume gambar yang tinggi untuk inspeksi skala besar. Kedua, pencitraan objek AR yang tepat memerlukan perhitungan posisi dan sudut yang sulit jika terdapat perbedaan besar antara tampilan pada kamera teknisi dan gambar database yang ada.


Teknologi baru Mitsubishi Electric ini menggunakan model tiga dimensi yang mudah dibuat dengan memindai objek dengan tablet yang dilengkapi kamera RGBD. Proses operasi yang berkelanjutan dapat membangun model tiga dimensi dan menunjukkan prosedur pemeriksaan yang terkait dengan objek. Selain itu, pencitraan AR yang tepat sangat mungkinkan dengan menghitung posisi dan sudut menggunakan model tiga dimensi, bukan gambar dua dimensi. Selain itu, konten prosedur pemeriksaan yang ditampilkan bisa diubah sesuai dengan jarak antara teknisi dan item yang digunakan sebagai marking..


Fitur lain dari augmented reality tiga dimensi ini yakni adanya entri menggunakan suara pada formulir yang ditampilkan AR mampu meningkatkan ketepatan data dan mengurangi pemeriksaan ganda. Hasil pemeriksaan bisa dimasukkan dengan cepat melalui suara pada formulir tampilan AR, sehingga teknisi dapat mengonfirmasi keakuratan entri saat masih mengenakan kacamata pintar. Selain itu, sistem meminta pengguna untuk memasukkan kembali informasi yang ambigu atau tidak lengkap. Bahkan di bawah lingkungan bising yang tidak stabil, teknologi pengenalan suara memastikan akurasi tinggi berkat penggunaan model akustik pembelajaran mendalam yang menyesuaikan dengan berbagai jenis kebisingan.


Adanya sistem baru ini diharapkan dapat digunakan Mitsubishi Electric untuk berbagai pekerjaan pemeliharaan, seperti inspeksi instalasi pengolahan air dan sistem kelistrikan bangunan.


0 comments