top of page

MES vs ERP: Apa Perbedaannya dan Mana yang Dibutuhkan Industri Manufaktur?

  • Writer: Machine Vision Indonesia
    Machine Vision Indonesia
  • 2 days ago
  • 3 min read
perbedaan mes dan erp

Dalam perjalanan transformasi digital industri, banyak perusahaan mulai mencari sistem yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengintegrasikan data, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses bisnis maupun produksi.


Namun, muncul satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh tim operasional, produksi, maupun manajemen:


Apa perbedaan MES dan ERP?


Tidak sedikit perusahaan yang menganggap kedua sistem ini memiliki fungsi yang sama. Padahal, MES (Manufacturing Execution System) dan ERP (Enterprise Resource Planning) memiliki peran yang berbeda meskipun saling melengkapi.


Memahami perbedaan MES dan ERP sangat penting agar perusahaan dapat berinvestasi pada solusi yang tepat sesuai kebutuhan operasional dan strategi digitalisasi yang ingin dicapai.


Pada artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan MES dan ERP, fungsi masing-masing sistem, serta kapan industri perlu mengimplementasikannya.


Apa Itu ERP?


SAP Business One
SAP Business One ERP

ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola proses bisnis perusahaan secara terintegrasi.


ERP membantu perusahaan mengelola berbagai fungsi bisnis seperti:

  • Keuangan

  • Purchasing

  • Inventory

  • Human Resources

  • Sales

  • Supply Chain


Tujuan utama ERP adalah memastikan seluruh proses bisnis berjalan dalam satu platform yang terintegrasi sehingga data antar departemen dapat saling terhubung.


Contohnya, ketika tim sales menerima pesanan baru, informasi tersebut dapat langsung diteruskan ke bagian purchasing, inventory, hingga finance tanpa perlu pencatatan berulang.


Apa Itu MES?


Manufacturing Execution System (MES) Machine Vision Indonesia
Manufacturing Execution System (MES) dari Machine Vision Indonesia

Manufacturing Execution System (MES) adalah sistem yang digunakan untuk memantau, mengendalikan, dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time di lantai produksi (shopfloor).


MES berfungsi sebagai jembatan antara sistem bisnis perusahaan dan aktivitas produksi yang terjadi di lapangan.


MES membantu perusahaan:

  • Memantau status produksi secara real-time

  • Mengelola work order

  • Mengukur performa mesin

  • Melacak material dan produk

  • Mengelola kualitas produksi

  • Menghitung OEE (Overall Equipment Effectiveness)


Berbeda dengan ERP yang berfokus pada bisnis, MES berfokus pada eksekusi produksi.


Untuk memahami lebih lanjut mengenai sistem ini, Anda dapat membaca artikel Apa Itu Manufacturing Execution System (MES)?


Perbedaan MES dan ERP 

Meskipun sama-sama mendukung transformasi digital industri, MES dan ERP memiliki fokus yang berbeda.

Aspek 

MES 

ERP 

Fokus Utama 

Operasional Produksi 

Operasional Bisnis 

Pengguna 

Produksi, Supervisor, Operator 

Finance, Purchasing, Management 

Data 

Real-time Shopfloor 

Data Bisnis dan Perencanaan 

Fungsi Utama 

Monitoring produksi dan mesin 

Pengelolaan proses bisnis 

Level Operasional 

Lantai Produksi 

Level Perusahaan 

Update Data 

Real-time 

Periodik atau berdasarkan transaksi 

KPI Utama 

OEE, Downtime, Quality 

Revenue, Cost, Inventory 

Secara sederhana:

ERP mengelola apa yang harus diproduksi.

MES memastikan bagaimana proses produksi tersebut berjalan dengan baik.


Contoh Perbedaan MES dan ERP dalam Operasional Pabrik 

Bayangkan sebuah pabrik elektronik menerima pesanan sebanyak 10.000 unit produk.


Peran ERP

ERP akan membantu perusahaan untuk:

  • Mengelola order pelanggan

  • Menghitung kebutuhan material

  • Mengatur pembelian bahan baku

  • Mengelola stok gudang

  • Mengelola biaya produksi


Peran MES 

MES akan membantu perusahaan untuk:

  • Menjalankan work order di shopfloor

  • Memantau progres produksi secara real-time

  • Melacak penggunaan material

  • Mengukur downtime mesin

  • Mengontrol kualitas produk

  • Mengidentifikasi bottleneck produksi


Dengan kata lain, ERP mengatur perencanaan bisnis, sedangkan MES mengontrol eksekusi produksi.


Apakah Industri Membutuhkan ERP atau MES? 

Jawabannya tergantung pada tantangan yang sedang dihadapi perusahaan.


Perusahaan Membutuhkan ERP Jika:

  • Data antar departemen masih terpisah

  • Sulit mengelola inventory

  • Proses purchasing belum terintegrasi

  • Pelaporan keuangan masih manual

  • Membutuhkan integrasi proses bisnis


Perusahaan Membutuhkan MES Jika: 

  • Sulit memantau produksi secara real-time

  • Downtime mesin tidak terukur

  • OEE tidak diketahui

  • Kualitas produk sulit dikontrol

  • Data produksi masih dicatat manual

  • Membutuhkan traceability produk


Mengapa MES dan ERP Sebaiknya Terintegrasi? 

Dalam implementasi smart manufacturing, ERP dan MES bukanlah sistem yang saling menggantikan.


Justru keduanya saling melengkapi.


Integrasi ERP dan MES memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas menyeluruh mulai dari level bisnis hingga lantai produksi.


Contohnya:

  • ERP mengirim jadwal produksi ke MES

  • MES menjalankan produksi di lapangan

  • MES mengirim hasil produksi aktual ke ERP

  • ERP memperbarui inventory dan laporan bisnis secara otomatis


Dengan integrasi ini, perusahaan memperoleh data yang lebih akurat, pengambilan keputusan lebih cepat, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi.


Memilih Software Manufaktur yang Tepat 

Setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda.

Sebelum memilih sistem, perusahaan perlu mempertimbangkan:

  • Kompleksitas proses produksi

  • Tingkat digitalisasi saat ini

  • Integrasi dengan mesin dan sistem existing

  • Kebutuhan pelaporan dan traceability

  • Target transformasi digital jangka panjang

Selain MES dan ERP, banyak perusahaan juga mengintegrasikan software manufaktur lainnya seperti CMMS, SCADA, Quality Management System (QMS), hingga sistem visual inspection berbasis AI untuk menciptakan ekosistem smart factory yang terhubung.


Kesimpulan

MES dan ERP memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung transformasi digital industri.


ERP berfokus pada pengelolaan proses bisnis perusahaan, sementara MES berfokus pada eksekusi dan monitoring proses produksi secara real-time.


Bagi perusahaan manufaktur yang ingin meningkatkan visibilitas produksi, mengurangi downtime, meningkatkan kualitas, serta membangun fondasi smart manufacturing, implementasi MES menjadi langkah strategis yang dapat memberikan dampak langsung terhadap operasional. 


Machine Vision Indonesia membantu perusahaan mengimplementasikan solusi MES yang dapat terintegrasi dengan ERP, mesin produksi, serta sistem digital lainnya untuk menciptakan operasional yang lebih efisien dan berbasis data.


Konsultasikan kebutuhan industri Anda bersama tim ahli kami untuk menemukan solusi yang tepat sesuai dengan proses bisnis dan produksi perusahaan.

Comments


Ready to digitally transform your company? 

Discuss with us how our solution enables future digital growth in your company 

Screenshot_2022-11-14_at_11.54.24_AM-removebg-preview.png
bottom of page