Cari
  • Rio Bagus

Inovasi BMW Group di era industri 4.0


Courtesy: Darshik Sheth on Unsplash

Teknologi digital dan inovasi telah memberikan dampak besar kepada seluruh rantai pasok dan lini produksi BMW Group. Setiap tahapan produksi merasakan dampak positif dari transformasi digital; dari press shop sampai pada paint shop, dari assembly hingga logistik.

Penggunaan teknologi industri 4.0 di lini produksi membuka peluang pada sistem produksi BMW Group secara menyeluruh sehingga dapat memenuhi keinginan konsumen yang berbeda-beda setiap individunya dan meningkatkan fleksibilitas dan kualitas di proses produksi. Tidak heran jika BMW Group menjadi salah satu pioner dalam transformasi digital pada proses produksi dengan teknologi-teknologi antara lain: smart data analytics, smart logistics, innovative automation & assistance systems, dan additive manufacturing.


“Kami memanfaatkan teknologi digitalisasi di banyak area. Proses yang rumit bisa menjadi lebih efisien dengan menggunakan teknologi IT di proses produksi”

Oliver Zipse, Board of Management BMW AG


Dalam bertransformasi digital, BMW Group memiliki strategi untuk berfokus pada efektivitas, mindset yang tepat, dan akses yang mudah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. BMW telah mengadopsi berbagai macam teknologi industri 4.0 namun kali ini kami akan membahas 3 teknologi yang memberikan dampak besar kepada BMW Group.


BMW telah mengimplementasi teknologi data analytics dan predictive maintenance untuk memonitor dan mengevaluasi data sehingga proses dapat menjadi lebih baik. Salah satu contohnya adalah algoritma yang dapat menganalisa ribuan sambungan las di badan mobil dan memberikan masukan identifikasi peluang terjadinya eror sebelum terjadi. Penggunaan teknologi data analytics dan predictive maintenance dapat menurunkan unplanned downtime di zona press shop sebesar 25%.


Courtesy: bmwgroup.com


Teknologi smart autonomous logistics transport juga menjadi andalan BMW Group di proses logistiknya. BMW Group sedang mengembangkan logistik pintar yang dapat memberikan informasi secara real-time di seluruh rantai pasok sehingga memungkin BMW Group memastikan pengiriman barang dari supplier ke pabrik dapat disesuaikan dan fleksibel sesuai dengan kondisi yang berubah-ubah. Pemanfaatan teknologi smart autonomous logistics transport berhasil menurunkan biaya logistik BMW Group sebesar 35%.


Penggunaan teknologi collaborative robotics and automation berhasil memadukan keahlian manusia dan kekuatan robot dalam satu workstation. Bagi BMW Group, robot yang kolaboratif dapat membantu pekerjaan manusia dalam melaksanakan tugas yang berat dan membutuhkan presisi yang tinggi. Teknologi tersebut memberikan efisiensi yang meningkat sebesar 5% pada area assembly.

Bagi BMW Group, masa depan sudah dimulai.




Referensi:

bmwgroup.com/innovation

Beacons of technology and innovation in manufacturing. 2019. World Economic Forum.

MACHINE VISION
LINKS
ABOUT

lanius@machinevision.global

+62 821 4369 4139

+62 877 5339 3797

 

Jalan Ir. Soekarno No. 487

Surabaya, 60115

Indonesia

SOCIAL
  • White Instagram Icon
  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon

© 2020 by Machine Vision Indonesia