Search
  • Machine Vision Indonesia

Bukti Bahwa Kecerdasan Manusia dan Teknologi Bisa Bersatu



Ketika teknologi industri 4.0 mengubah cara kerja perusahaan, banyak yang percaya bahwa yang melakukan pekerjaan tertentu juga akan berubah dan perusahaan akan mulai mengganti peran karyawan dengan mesin cerdas. Fenomena ini sudah terjadi di sebagian industri. Sistem cerdas menggusur peran manusia di berbagai industri terutama di bidang manufaktur yang mengakibatkan pergeseran pekerjaan manusia ke pekerjaan bernilai rendah atau bahkan yang lebih buruk, menganggur. Tren ini, menurut Harvard Business Review, telah membuat beberapa orang menyimpulkan bahwa pada tahun 2040 tenaga kerja kita mungkin sama sekali tidak dapat dikenali.


Yang menjadi pertanyaan, apakah manusia dan teknologi benar-benar bersaing satu sama lain alih-alih melengkapi dan mempermudah pekerjaan kita? Jika kita kilas balik sejarah revolusi industri, adanya teknologi memang mengubah peran manusia di pekerjaan tertentu namun di sisi lain melahirkan jenis pekerjaan baru.


Tapi di abad ke 21 ini, beberapa teknologi, contohnya artificial intelligence (AI), berkembang menjadi lebih unggul dari manusia dalam banyak hal, yang membuat kita tampak siap untuk mengalihdayakan kecerdasan kita ke teknologi. Dengan tren terbaru ini, sepertinya tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diotomatisasi, artinya tidak ada pekerjaan yang aman dari peralihan ke teknologi 4.0.


Jika kita mau melihat studi kasus dan perspektif lain, tentu saja pandangan tentang peran yang akan dimainkan AI di tempat kerja ini salah. Pertanyaan apakah teknologi akan menggantikan manusia mengasumsikan bahwa teknologi dan manusia memiliki kualitas dan kemampuan yang sama, padahal nyatanya tidak. Mesin yang didukung AI memang konsisten, cepat, lebih akurat, dan rasional, tetapi tidak intuitif, emosional, atau sensitif secara budaya. Justru kemampuan inilah yang dimiliki manusia dan yang membuat kita unggul.


Pengembangan Produk dengan AI

Contoh kolaborasi penggunaan AI dan kecerdasan manusia ditunjukkan Procter & Gamble (P&G) melalui proses pengembangan produk mereka. Perusahaan FMCG sekelas P&G merasa sulit untuk berinovasi mengikuti kecepatan permintaan pasar yang dinamis. Oleh karena itu, P&G memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan dan inovasi pengembangan produk, khususnya dalam formulasi.


Proses pengembangan formulasi mencakup langkah-langkah manual dan dapat melibatkan pengujian fisik, yang secara signifikan dapat meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk meluncurkan produk ke pasar. Maka dari itu P&G menggunakan AI untuk mempercepat kemampuan tim pengembang formulasi untuk melakukan peningkatan kecil dan bertahap pada produk yang ada serta memandu tim pengembang dalam meracik formulasi baru dan melihat area produk yang berpotensi memberikan terobosan.


Kolaborasi AI dan manusia ini memungkinkan para pengembang untuk memperkuat skill dan pengetahuan mereka dengan kapasitas AI yang tak terbatas. AI membantu mereka memberi saran formulasi yang memenuhi parameter yang ditentukan pengembang, memberikan inspirasi yang cepat dan terkurasi. Misalnya, jika P&G perlu mengganti bahan yang meningkatkan busa untuk sabun pencuci piring, pengembang dapat meminta AI untuk merekomendasikan formulasi baru tanpa bahan ini, dengan harga awal. Jika jumlah bahan baru yang disarankan akan memengaruhi warna, pengembang kemudian dapat menetapkan batas untuk bahan ini dan meminta AI untuk membuat serangkaian formulasi baru. Pendekatan berulang ini nantinya akan menghasilkan formulasi yang optimal.


Cloud untuk Merampingkan Operasi Bisnis

Selain AI, sebenarnya ada teknologi 4.0 lain yang justru memudahkan pekerjaan manusia dan meningkatkan kinerja perusahaan. Kita ambil contoh teknologi cloud yang digunakan oleh Del Monte Foods. Del Monte mendapat manfaat dari platform cloud barunya serta pengelolaan infrastruktur dan aplikasi IT yang dialihdayakan. Dengan menanamkan kemampuan IT dan data science baru ke dalam perusahaan, Del Monte telah mampu memangkas biaya, meningkatkan stabilitas sistem, dan menurunkan waktu penyediaan untuk server dan daya komputasi dari beberapa minggu atau bulan menjadi kurang dari 60 menit. Selain itu, adanya layanan otomatis juga telah mengurangi waktu yang diperlukan untuk memberikan dukungan IT kepada karyawan dari yang awalnya membutuhkan beberapa hari menjadi dalam hitungan jam.


Ditambah lagi, analitik yang dipasang mampu memberi para pemimpin di Del Monte visibilitas yang lebih baik ke dalam operasi dan pengeluaran IT serta memberikan wawasan yang dapat digunakan perusahaan untuk meningkatkan kelincahan operasionalnya dan merampingkan operasi bisnis intinya.


Hasilnya? Del Monte dapat memberikan solusi bisnis dan produk jauh lebih cepat ke pelanggan. Dengan operasi IT yang lebih stabil, gesit, dan responsif, Del Monte mampu melakukan penghematan yang dapat mereka investasikan kembali untuk membuka pertumbuhan dan inovasi yang lebih besar.


Menyatukan Teknologi dan Manusia

Hubungan antara teknologi dan manusia sebenarnya bukanlah kompetisi mana yang paling kuat dan hanya satu yang akan menang. Keduanya berjalan berdampingan. Potensi peningkatan dan kolaboratif dari keduanyasangat kontras dengan prediksi manusia yang tergantikan oleh teknologi. Produktivitas yang lebih besar dan otomatisasi pekerjaan rutin kognitif adalah keuntungan, bukan ancaman. Bagaimanapun, teknologi baru selalu memiliki efek disrupsi di awal fase implementasi dan pengembangan. Tapi, teknologi tersebut akan menunjukkan nilai sebenarnya setelah beberapa waktu implementasi


Recent Posts

See All

Ready to digitally transform your company? 

Discuss with us how our solution enables future digital growth in your company 

Screenshot_2022-11-14_at_11.54.24_AM-removebg-preview.png