Search
  • Machine Vision Indonesia

Augmented Worker untuk Pengoptimalan Kinerja Karyawan


Industri manufaktur sebenarnya sudah tidak asing dengan peralihan teknologi dari masa ke masa. Dari yang awalnya menggunakan alat manual memanfaatkan tenaga hewan, beralih ke jalur produksi otomatis hingga penggunaan robot cerdas seperti sekarang. Semua proses revolusi ini bertujuan untuk proses yang lebih efektif dan memberdayakan pekerja supaya lebih efisien.


Dalam industri 4.0 saat ini, proses peningkatan cara kerja manusia dinamakan sebagai augmentasi. Sedangkan augmented worker mengacu pada penggunaan teknologi untuk meningkatkan dan mempermudah cara pekerja melakukan pekerjaan mereka. Contoh umumnya, dalam proses produksi yang membutuhkan perakitan rumit dan kompleks seperti pembuatan mobil atau pesawat, perusahaan dapat memanfaatkan tools seperti smart glasses dengan teknologi augmented reality untuk meminimalisir kesalahan dan mempercepat proses perakitan produk.


Augmentasi memang terlihat mempermudah cara kerja manusia, namun pada tingkat urgensi seperti apakah perusahaan harus mempertimbangkan implementasi augmentasi? Berikut alasannya:

  1. Keterbatasan tenaga kerja Sebuah perusahaan riset memperkirakan sekitar 2,2 juta pekerjaan akan kosong di bidang manufaktur. Hal ini salah satunya disebabkan karena kesenjangan keterampilan.

  2. Jobdesk manufaktur yang berubah Pekerjaan pada industri manufaktur telah berubah dengan cepat saat ini. Perubahan pekerjaan ini tidak jarang mengakibatkan situasi dimana kompleksitas tugas meningkat yang menimbulkan kinerja pekerja menurun.

  3. Otomatisasi belum terlalu siap Otomatisasi dirasa belum layak untuk banyak aplikasi manufaktur. Selain biayanya yang mahal, sulit diukur, otomatisasi bersifat padat karya yang berarti seseorang harus memprogram, menjaga dan mengawasi tiap “lengan” robot

Untuk mengatasi tantangan ini, augmentasi dapat menjadi solusinya. Dimana manusia masih menjadi pusat aktivitas manufaktur dilengkapi teknologi augmentasi untuk lebih optimal.


Teknologi augmentasi tidak seputar augmented reality. Tapi juga menyangkut beberapa teknologi seperti Internet of Things (IoT), sensor dan big data. Konektivitas IoT memungkinkan manusia bekerja sama dengan mesin yang cerdas. Sensor yang berperan sebagai integrasi tanpa batasnya. Sementara big data sebagai sistem yang mengumpulkan data selama operasi manufaktur berjalan dan membantu mengaturnya menjadi insight untuk sebuah keputusan.


Implementasi Augmentasi di Shop Floor

  1. Merampingkan produksi dengan computer vision Computer vision adalah teknologi penggabungan teknik machine vision tradisional dengan machine learning dan AI canggih, sistem computer vision dapat memandu dan menganalisis tindakan operator saat mereka bekerja. Misalnya, saat melihat gerakan tangan tertentu, computer vision dapat memicu aplikasi untuk maju ke langkah berikutnya. Sehingga teknologi ini mampu mengidentifikasi dan menandai adanya kesalahan, dapat bertindak sebagai alat waspada untuk jaminan kualitas produk.

  2. Meningkatkan visibilitas real-time tracking Adanya visibilitas berperan sangat penting untuk perusahaan melakukan perbaikan proses. Secara tradisional, manufaktur yang dulu memerlukan proses lama untuk sekedar perbaikan proses. Mulai dari pengambilan dan penggabungan data dari berbagai sumber dan departemen secara manual, lanjut ke proses analisis hingga menemukan peluang untuk improvement. Namun dengan teknologi digital saat ini dapat secara otomatis mengumpulkan dan menganalisis aliran data manufaktur, memungkinkan para c level hingga operator untuk membuat keputusan lebih cepat dan lebih akurat.

  3. Meningkatkan kontrol proses dengan Low code platform Industri manufaktur dihadapkan pada lingkungan yang tidak pasti dan cepat berubah. Low code platform hadir untuk menyelesaikan suatu masalah bisnis secara spesifik. Semua orang dapat menerapkan solusi yang diiginkannya tanpa menunggu bantuan dari tim IT. Proses pembuatan platform yang sederhana, tanpa coding, dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Tidak sama seperti robot yang dapat mengganti peran manusia, integrasi teknologi augmentasi tetap menjadikan manusia sebagai pusat aktivitas manufaktur. Dipermudah dengan teknologi, augmentasi dapat meningkatkan sistem kerja karyawan untuk memperbaiki kondisi dan mendorong kinerja yang optimal.


0 comments