Search
  • Machine Vision Indonesia

Apakah Digitalisasi Akan Menggantikan Peran Manusia?


Era revolusi industri generasi keempat telah mendorong inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi terhadap proses bisnis ataupun kehidupan masyarakat. Beralihnya tenaga kerja yang saat ini sudah diambil peran oleh teknologi otomasi memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap aspek ketenagakerjaan. Hingga muncul pertanyaan, apakah peran manusia benar-benar tergantikan?


Baca Juga: Transformasi Digital Apakah Sama Dengan Industri 4.0?


Teknologi otomasi adalah keseluruhan proses pabrik dan mesin secara otomatis melakukan proses kerja dengan tujuan meminimalisir kesalahan dan mencapai efisiensi proses kerja. Secara definisi memang terlihat bahwa teknologi ini melibatkan intervensi manusia secara minim. Kekhawatiran otomasi dapat menggantikan peran manusia karena kesalahan umum tentang teknologi. Faktanya, otomasi tidak serta merta menghilangkan peran manusia. Teknologi ini justru membuat workload gudang menjadi lebih efisien, mengisi gap tenaga kerja, memberikan kesempatan karyawan mempelajari keterampilan baru dan kemajuan karir.


Ketakutan bahwa otomatisasi dapat menggantikan pekerja berakar pada kesalahpahaman umum tentang teknologi. Otomasi tidak serta merta membuat tenaga kerja manusia menjadi usang. Sebaliknya, ini dapat membuat pekerjaan gudang yang ada menjadi lebih efisien, mengisi kesenjangan tenaga kerja, dan memberikan peluang kemajuan karir bagi karyawan yang mempelajari keterampilan baru. Sebelum lanjut, mari cek fakta dampak dari teknologi otomasi itu sendiri:

  1. Peran manusia menjadi kunci keberhasilan otomasi Otomasi dibuat oleh manusia, jadi tidak mungkin terjadi tanpa peran kecerdasan manusia. Karyawan yang mengawasi, mengendalikan dan memperbaiki teknologi otomasi sama pentingnya dengan operasi teknologi itu sendiri.

  2. Otomasi membuka jalan untuk kemajuan Otomasi gudang akan meningkatkan permintaan akan pekerjaan dengan gaji dan keterampilan yang lebih tinggi untuk pengawasan dan operasional. Untuk mencapai ini, tentunya perusahaan akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan mendapatkan keunggulan kompetitif.

  3. Membantu perusahaan yang kekurangan tenaga kerja Seperti halnya di AS yang saat ini sedang kekurangan pengemudi truk dan mengancam keterlambatan proses supply chain. Dalam case ini, teknologi otomasi menjadi solusi yang menjanjikan.

Berdasarkan fakta diatas dapat diambil kesimpulan bahwa peran otomasi justru melengkapi pekerjaan karyawan. Hal ini didukung karena implementasi otomasi membawa banyak manfaat, diantaranya meningkatkan akurasi inventaris, meningkatkan keselamatan, dan merampingkan proses kerja yang semuanya dapat mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.


Source: industry Today

0 comments