Search
  • Machine Vision Indonesia

Apa itu Automated Visual Inspection?


Inspeksi visual adalah metode standar yang digunakan dalam proses quality control manufaktur. Metode ini memanfaatkan human vision atau penglihatan manusia untuk mendeteksi ada tidaknya masalah atau cacat pada sebuah produk. Misalnya, untuk mengamati permukaan suatu objek dan mencari retakan, goresan, ketidaksejajaran, korosi, dan cacat fisik lainnya. Karena sifat pemeriksaan ini yang cukup mudah, banyak produsen manufaktur mulai mengadopsi Automated Visual Inspection berdasarkan computer vision untuk proses quality control-nya.


Cara kerja computer vision berbeda dengan human vision. Kita melihat sesuatu sebagaimana adanya tanpa perlu upaya ekstra untuk mengartikannya - pohon di hutan, buku di rak, mobil di jalan, dan awan di langit. Sedangkan computer vision adalah bentuk kecerdasan buatan yang membutuhkan pemrograman algoritma untuk memberi komputer kemampuan untuk memperoleh, menganalisis, dan memproses informasi visual seperti halnya penglihatan manusia.


Automated Visual Inspection (AVI) menjadi teknologi modern untuk melakukan inspeksi visual pada produk. Teknologi ini bertujuan untuk mempercepat proses dengan mengurangi campur tangan manusia untuk inspeksi di pabrik otomatis skala besar. AVI bertugas untuk mengotomatiskan proses kontrol produk, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki cacat produk dalam skala besar sebelum masuk ke pasar.


Untuk mendukung kelangsungan inspeksi visual, terdapat beberapa tools penting seperti kamera dan peralatan sekunder opsional seperti fotometer, kolorimeter, kamera termografis, dan drone tergantung pada jenis industri dan proses otomatisasi masing-masing perusahaan.


Inspeksi visual secara otomatis ini sudah jelas berbeda dengan inspeksi manual sebelumnya, mulai dari cara kerja dan berbagai peralatannya. Inspeksi manual sebelumnya hanya memanfaatkan human vision dan rawan akan kesalahan. Sedangkan Automated Visual Inspection (AVI) memiliki banyak manfaat seperti mengurangi pengerjaan ulang, mengurangi biaya pengembalian dan perbaikan yang menguntungkan operasional dan finansial perusahaan dalam jangka panjang.

0 comments