Search
  • Machine Vision Indonesia

8 Pilar Total Productive Maintenance

Total Productive Maintenance (TPM) adalah sistem pemeliharaan dan peningkatan integritas sistem produksi, keselamatan dan kualitas melalui mesin, peralatan, proses, dan karyawan yang menambah nilai bisnis bagi suatu perusahaan. Satu hal yang harus digarisbawahi di sini adalah bahwa manusia merupakan pusat dari sistem TPM ini dan mereka harus terus dilatih untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan.


TPM memiliki 8 pilar yang ditujukan untuk secara proaktif membangun reliabilitas mesin. Delapan pilar tersebut diantaranya adalah




1. Continuous/Focused Improvement

Perbaikan berkelanjutan merupakan salah satu pilar TPM. Setiap karyawan didorong untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan walau sekecil apapun perbaikan tersebut. Proyek perbaikan ini biasanya melibatkan tim lintas fungsi agar setiap orang bisa memberikan masukan dan ide dari perspektif yang berbeda.


2. Autonomous Maintenance

Disebut juga pemeliharaan otonom menempatkan tanggung jawab kegiatan pemeliharaan dasar di tangan operator. Pemeliharaan yang dilakukan oleh operator di shop floor meliputi pembersihan dasar mesin, lubrikasi, pengencangan mur dan baut, inspeksi, diagnosis potensi masalah dan tindakan lain yang meningkatkan umur produktif mesin atau peralatan. Dengan melakukan kegiatan pemeliharaan ini, para pekerja menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka dan downtime jadi berkurang karena tidak perlu menunggu teknisi maintenance karena mereka dapat memperbaiki masalah sederhana yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu.


3. Planned Maintenance

Pemeliharaan terencana, baik itu pemeliharaan reaktif atau pemeliharaan preventif, adalah cara terbaik untuk menghindari downtime dan kerusakan. Jaga agar setiap aset tetap aktif dan berjalan untuk memastikan kualitas dan menghindari keluhan pelanggan , dan peningkatan kepatuhan. Perawatan terprogram yang mengharuskan mesin dimatikan harus dilakukan setelah jam kerja reguler.


4. Training and Education

Pilar pelatihan dan edukasi berkaitan dengan mengisi skill gap yang ada dalam sebuah perusahaan dalam hal TPM. Kurangnya pengetahuan karyawan tentang TPM dapat menghalangi implementasi yang tepat yang mengarah pada hasil yang biasa-biasa saja dan kegagalan yang terburuk.


5. Early Equipment Maintenance

Pemeliharaan peralatan dini adalah salah satu dari 8 pilar yang mendorong keberhasilan TPM. Saat tiba waktunya untuk memilih peralatan baru atau mengembangkan produk baru, pertimbangkan pengalaman sebelumnya untuk mempermudah perawatan. Ini bisa sesederhana memilih cat yang bisa dicuci untuk dinding (yang membuat pembersihan lebih mudah), atau serumit memilih robot yang dapat mendiagnosis sendiri malfungsi (yang meningkatkan produksi).


6. Quality Management

Salah satu tujuan terbesar TPM adalah memproduksi produk tanpa cacat, yang, tidak diragukan lagi, juga berperan dalam kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, manajemen mutu dan penerapan proses internal yang terkait dengan pengendalian mutu masuk menjadi salah satu dari 8 pilar TPM.


7. In-Office TPM

Membawa TPM ke fungsi administratif adalah langkah logis berikutnya dalam menjalankan program TPM sehingga seluruh perusahaan memahami hal yang sama. Karena ini adalah fungsi pendukung, membuat orang-orang tersebut memahami dan menerapkan prinsip-prinsip lean dalam operasi mereka sendiri nisa memudahkan mereka untuk memberikan layanan yang efisien ke proses penciptaan nilai yang utama. Selain itu, menyebarkan inisiatif ke fungsi lain menghilangkan mentalitas silo dan mendorong kerjasama horizontal antar karyawan dan tingkatan. Perusahaan juga akan diuntungkan dengan memiliki lebih banyak karyawan yang memahami prinsip-prinsip TPM dan dapat dengan mudah dipanggil untuk memainkan peran positif dalam penerapannya.


8. Safety and Health at Work, Environment Protection

Pilar K3 di TPM memastikan bahwa semua pekerja diberikan lingkungan yang aman dan semua kondisi yang berbahaya bagi kesejahteraan mereka dihilangkan. Sementara tujuan dari setiap perusahaan adalah untuk menghasilkan nilai bagi pelanggan dengan cara yang efisien dan produktif, hal ini harus dilakukan dengan cara yang tidak membahayakan keselamatan pekerja. Oleh karena itu, penting bahwa setiap solusi yang diterapkan harus mempertimbangkan kesejahteraan pekerja di atas segalanya.


0 comments

Recent Posts

See All