Search
  • Machine Vision Indonesia

Menilik Cara Toyota Menghadapi Pandemi


Dampak COVID-19 terus mengejutkan masyarakat global. Meskipun kini vaksin sudah tersedia dan kasus harian kian melandai, namun dampaknya terhadap perusahaan dan pekerjaan masih sama. Berkat COVID-19, perusahaan-perusahaan dari berbagai industri belajar bahwa banyak pekerjaan yang dulu dianggap tidak mungkin dilakukan di luar kantor, sebenarnya dapat dilakukan dari rumah dan malah menjadi lebih efisien.


Banyak, tapi bukan semua pekerjaan. Pekerjaan di shop floor misalnya, pekerjaan di ranah ini masih membutuhkan karyawan yang harus stand by di pabrik agar proses produksi tetap berjalan. Atau distributor, mereka tentu masih harus memastikan barang dikirim, kan?


Untuk menjaga aktivitas bisnis tetap berjalan sembari memastikan keamanan karyawan dan menjaga produktivitas, perusahaan-perusahaan ini harus berinovasi. Salah satu yang bisa melakukannya dengan benar adalah Toyota. Tidak heran kenapa mereka bisa unggul dalam hal ini. Si raksasa otomotif satu ini memiliki sejarah panjang dalam beradaptasi tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk berubah.


Sama seperti perusahaan otomotif lain di seluruh dunia, Toyota juga sangat terdampak oleh pandemi ini. Namun mereka telah menerapkan berbagai tindakan untuk meminimalisir dampaknya bagi proses bisnis di seluruh jaringan mereka.


Di bagian S&OP, sebagian besar pabrik Toyota di seluruh dunia menangguhkan operasi untuk jangka waktu tertentu sejak Februari 2020, Bahkan setelah pembatasan diringankan oleh pemerintah, beberapa masih memproduksi dengan volume yang dikurangi. Untuk aktivitas penjualan dan layanan purna jual, kunjungan pelanggan telah dibatasi.


Untuk karyawan dan teknisi back-office, Toyota memberlakukan kebijakan work from home. Melalui kesempatan ini, Toyota berhasil merampingkan operasi dengan mengatur kembali proses bisnis tertentu. Contohnya seperti konsep genchi genbutsu yang mengharuskan manajer pergi dan melihat sendiri kondisi shop floor. Di masa depan, Toyota akan mengelola kembali proses operasi mereka dan membagi mana proses yang harus tetap menerapkan konsep genchi genbutsu dan mana proses yang dapat dilakukan secara lebih efisien dan secara online. Di antara inisiatif yang dilakukan Toyota saat ini, mereka berencana untuk melanjutkan inisiatif yang mengarah pada reformasi gaya kerja dan produktivitas yang lebih baik.


Sebagai tanggapan terhadap penurunan bisnis, Toyota telah meningkatkan kegiatan peningkatan laba. Rencananya adalah untuk secara substansial mengurangi investasi modal dan pengeluaran dengan menunda proyek-proyek yang tidak mendesak. Sedangkan untuk penelitian dan pengembangan, Toyota akan memprioritaskan proyek dan melaksanakan kegiatan yang penting untuk pertumbuhan di masa depan. Mengantisipasi periode ketidakstabilan pasar yang berkepanjangan, mereka juga telah meningkatkan kas dari jumlah penjualan bersih konsolidasi dua bulan menjadi tiga bulan.


Berkenaan dengan kontribusi kepada masyarakat, Toyota telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung tenaga medis. Contoh yang dilakukan di Jepang dan Amerika Serikat, mereka telah memproduksi dan mengirimkan APD ke rumah sakit, institusi medis, dan pemerintah daerah


Perspektif Toyota ke Masa Depan

Memang sulit untuk meramalkan akan seperti apa dunia pasca-COVID-19 karena situasinya terus berubah dari hari ke hari. Namun Toyota beranggapan bahwa mereka tidak memerlukan perubahan drastis dalam kebijakan mereka untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Meski demikian, mereka tetap harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampak terhadap bisnis mereka dari perubahan berkelanjutan dalam berbagai kebutuhan yang disebabkan oleh COVID-19. Berikut adalah beberapa upaya yang direncanakan Toyota untuk dijalankan dalam waktu dekat.


Mengembangkan Bisnis Peralatan Penanganan Material

Sejak pandemi, terdapat peningkatan permintaan dan tren untuk efisiensi logistik yang lebih tinggi dan biaya logistik yang lebih rendah. Fenomena tersebut didorong oleh peningkatan permintaan e-commerce dan kekurangan tenaga kerja. Harapan yang lebih besar juga ditempatkan pada teknologi otomatisasi dan kemudi otonom karena potensinya dalam mengurangi dan mencegah infeksi virus.


Toyota telah terlibat dalam pengembangan sistem otomasi untuk efisiensi logistik yang lebih baik. Di Jepang, mereka telah mengembangkan robot otonom untuk mengirimkan obat dan berbagai sampel uji secara otomatis di rumah sakit universitas. Cara tersebut berkontribusi pada pengurangan beban tenaga medis. Di Eropa, truk pengangkut otomatis Toyota telah beroperasi di pabrik makanan, memastikan kebersihan yang baik dan berhasil mengurangi pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja manusia di bawah suhu rendah. Toyota juga telah menyediakan solusi canggih yang menggabungkan sistem logistik dan truk pengangkat otomatis ke pusat distribusi pengecer terkemuka dan membantu pelanggan meningkatkan produktivitasnya.


Bisnis Terkait Mobil

Physical distancing kini sudah menjadi keseharian dan mengakar sebagai norma baru. Hal tersebut ternyata mengubah nilai sebuah mobil yang awalnya hanya sekedar moda transportasi menjadi sarana mobilitas yang memastikan ruang pribadi. Toyota akan terus mengejar pertumbuhan di bidang ini dengan memanfaatkan kekuatan mereka dalam bisnis yang terkait dengan keseluruhan mobil, mulai dari perakitan kendaraan hingga pembuatan kompresor AC mobil, mesin dan produk elektronik.


Situasi COVID-19 yang tidak menentu menjadi tantangan bagi Toyota. Toyota akan terus memastikan pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian akibat pandemi sembari tetap melakukan usaha skala besar untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Menurut Akira Onishi, President Director Toyota Industries, yang penting sekarang adalah menjunjung tinggi nilai dasar kita dan dengan tenang dan mantap melakukan apa yang kita bisa. Ketika situasi berubah, kita harus berpikir keras dan menemukan tindakan kita sendiri yang benar.



Referensi

Toyota Industries Report 2020


0 comments