top of page

Digital Twin dalam Industri: Lebih dari Model 3D

Writer: Machine Vision Indonesia
Machine Vision Indonesia
3 days ago
6 min read
digital twin dalam industri lebih dari model 3D

Bayangkan tim operasional membuka model 3D pabrik di layar. Bentuk mesin, tata letak lini, dan gedungnya tampak jelas. Lalu seseorang bertanya: mesin pengemasan di lini 2 sedang berjalan atau berhenti? Model itu tidak bisa menjawab, karena ia hanya menggambarkan bentuk.


Pertanyaan tadi menunjukkan batas model 3D. Digital twin industri adalah representasi digital dari aset, mesin, fasilitas, atau proses yang terhubung dengan data dari kondisi aktualnya. Koneksi data itulah yang membedakannya dari model 3D biasa.


Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya, cara koneksi data bekerja, contoh penerapannya di manufaktur, dan kapan digital twin belum perlu Anda terapkan.


Apa itu digital twin industri?

Digital twin industri adalah representasi digital dari aset, mesin, fasilitas, atau proses yang terhubung dengan data dari objek fisiknya. Data itu mengalir terus-menerus, sehingga representasi digitalnya mencerminkan kondisi yang sedang terjadi, bukan kondisi saat model dibuat.


Standar internasional ISO 23247-1:2021 membahas kerangka digital twin untuk manufaktur. Bagian pengantarnya menjelaskan bahwa digital twin memantau elemen manufaktur yang dapat diamati dengan memperbarui datanya secara terus-menerus. Elemen itu mencakup personel, peralatan, material, proses, fasilitas, lingkungan, produk, dan dokumen. Artinya, cakupannya tidak terbatas pada mesin.


Dalam digital twin manufaktur, objeknya bisa satu mesin, satu lini, atau seluruh pabrik. Teknologi digital twin ini umum dipakai untuk monitoring aset industri dalam konteks visual.


Perbedaan model 3D biasa dan digital twin

Model 3D bisa menjadi bagian dari digital twin, tetapi tidak otomatis menjadi digital twin. Tabel berikut merangkum perbedaannya.

Aspek

Model 3D biasa

Digital twin

Fungsi utama

Menampilkan bentuk dan struktur objek

Merepresentasikan objek fisik beserta data terkaitnya

Informasi

Geometri, dimensi, dan visualisasi

Visualisasi dan data operasional

Sumber data

Umumnya dari desain atau pemodelan

Sensor, PLC, SCADA, MES, dan sistem lain

Pembaruan informasi

Manual atau melalui proses desain ulang

Mengikuti data yang diterima dari sistem fisik

Konteks operasional

Tidak menunjukkan kondisi aktual

Menampilkan kondisi operasional berdasarkan data yang terintegrasi

Penggunaan

Desain, dokumentasi, dan visualisasi

Monitoring, analisis kondisi, dan pemahaman operasional

Digital twin juga tidak selalu berbentuk 3D. Dashboard, diagram, atau model berbasis data bisa menjadi representasinya. Model 3D dipilih ketika lokasi dan tata letak aset penting bagi pengguna.


Bagaimana digital twin menghubungkan objek fisik dengan data?

Digital twin menghubungkan tiga hal: objek fisik, sumber datanya, dan representasi digitalnya.


1. Objek fisik di lingkungan industri

Objek fisik adalah apa yang ingin direpresentasikan secara digital:

  • Mesin produksi dan peralatan industri

  • Lini produksi

  • Bangunan dan fasilitas pabrik

  • Area atau seluruh lingkungan manufaktur

Objek ini menjadi sumber kondisi aktual yang ingin dipantau.


2. Pengumpulan dan integrasi data

Informasi dari objek fisik dikumpulkan lewat perangkat dan sistem industri yang sudah ada di pabrik:

Data dari sumber-sumber itu lalu dipetakan ke objek yang sesuai di lingkungan digital twin. Arsitektur integrasinya berbeda di setiap pabrik, tergantung perangkat, protokol komunikasi, dan kebutuhan operasional.


3. Representasi digital dan visualisasi data

Data yang sudah terintegrasi ditampilkan pada representasi digital, misalnya model 3D lingkungan pabrik. Pengguna memilih area, bangunan, atau mesin, lalu melihat informasi yang terkait dengan objek itu.


Ketika sebuah mesin dipilih, tampilan menunjukkan status mesin, parameter operasional, atau informasi produksi yang tersedia dari sistem terintegrasi. Dengan begitu, visualisasi 3D tidak hanya menjadi gambaran fasilitas, tetapi juga antarmuka untuk mengakses informasi operasional. Informasi yang tampil sebanyak data yang berhasil dihubungkan.


Contoh penerapan digital twin di manufaktur

Cakupan penerapan menyesuaikan kebutuhan dan kompleksitas operasional tiap perusahaan. Empat contoh berikut menunjukkan variasinya.


1. Visualisasi lingkungan pabrik

Perusahaan membangun representasi digital seluruh fasilitas produksi, dari area dan bangunan sampai mesin. Pengguna memahami tata letak fasilitas dan menemukan lokasi aset lewat satu tampilan terpusat.


2. Monitoring kondisi mesin

Digital twin terhubung ke sensor, PLC, atau sistem monitoring untuk menampilkan status operasional dan parameter tertentu pada representasi mesin. Informasi yang tampil bergantung pada jenis sensor, perangkat, dan data yang tersedia.


3. Monitoring proses produksi

Dengan integrasi ke MES dan SCADA, visualisasi lingkungan produksi terhubung dengan informasi proses dan aktivitas produksi. Pengguna mendapat konteks yang lebih luas tentang kondisi fasilitas dan aktivitas operasional.


4. Monitoring multi-plant

Untuk perusahaan dengan beberapa fasilitas, digital twin membangun representasi dari beberapa lokasi dalam satu lingkungan. Pengguna menelusuri informasi dari level perusahaan, plant, area produksi, sampai mesin, tanpa berpindah-pindah sistem visualisasi.


Manfaat dan batasan digital twin

Ketika terhubung ke sumber data yang relevan, digital twin memberi empat manfaat bagi operasional manufaktur:

  1. Visibilitas kondisi operasional. Informasi dari beberapa sumber tampil dalam satu konteks visual, sehingga kondisi fasilitas dan aset lebih mudah dipahami.

  2. Data antar sistem terhubung. Informasi yang sebelumnya tersebar di beberapa platform bisa dilihat bersama.

  3. Akses informasi aset lebih mudah. Pengguna menelusuri aset menurut struktur fasilitas (plant, bangunan, area, mesin) sesuai konfigurasi sistem.

  4. Bahan evaluasi untuk keputusan. Informasi kondisi mesin dan proses menjadi bahan evaluasi bagi tim operasional, engineering, dan manajemen dalam menentukan tindak lanjut.

Batasannya perlu jelas sejak awal. Digital twin tidak otomatis menghasilkan rekomendasi atau prediksi. Analisis lanjutan baru tersedia bila implementasinya memang menyertakan model analitik dan integrasi data yang mendukungnya. Tampilan yang rapi juga tidak menjamin data di baliknya benar, karena kualitas informasi mengikuti kualitas sensor, jaringan, dan pemetaan datanya.


Kapan digital twin belum perlu?

Digital twin bukan jawaban untuk setiap kebutuhan. Empat kondisi berikut biasanya menandakan Anda sebaiknya menyiapkan hal lain lebih dulu:

  • Data sumbernya belum ada. Bila mesin belum punya sensor atau belum terhubung ke PLC, SCADA, atau MES, digital twin hanya akan menampilkan model tanpa kondisi aktual. Menyiapkan data lebih dulu lebih masuk akal.

  • Tujuannya belum jelas. Tanpa pertanyaan operasional yang ingin dijawab, tampilan 3D yang detail sulit dipakai dalam keputusan harian.

  • Kebutuhan cukup dijawab dashboard. Bila Anda hanya perlu angka dan tren dari satu sistem, dashboard monitoring mungkin sudah memadai dan lebih sederhana.

  • Belum ada pengguna yang akan memakainya. Tampilan yang tidak dipegang tim operasional dan engineering mudah ditinggalkan.

Bila salah satu kondisi ini sesuai dengan pabrik Anda, mulailah dari kesiapan data dan tujuan penggunaan. Digital twin bisa menyusul.


Yang perlu dipersiapkan sebelum implementasi digital twin

Implementasi digital twin perlu perencanaan di tiga sisi: visualisasi, data, dan integrasi sistem.

  1. Tentukan objek dan cakupan. Digital twin untuk satu mesin, satu lini, satu plant, atau beberapa fasilitas?

  2. Identifikasi sumber data. Data apa yang dibutuhkan, dan dari perangkat atau sistem mana.

  3. Evaluasi infrastruktur. Periksa kesiapan sensor, PLC, SCADA, MES, jaringan, dan sistem pendukung.

  4. Rancang arsitektur integrasi. Bagaimana data dikumpulkan, dikirim, diproses, dan dihubungkan ke objek digital.

  5. Tentukan kebutuhan visualisasi. Sesuaikan model 3D, hierarki aset, informasi yang tampil, dan akses pengguna dengan kebutuhan operasional.

  6. Perhatikan keamanan dan tata kelola data. Hak akses, keamanan jaringan, dan pengelolaan data industri.

Mulailah dari satu area atau satu kelompok aset. Setelah kebutuhan dan integrasinya tervalidasi, perluas cakupannya sesuai prioritas perusahaan.


Kesimpulan

Perbedaan digital twin dan model 3D biasa terletak pada koneksi data. Model 3D menggambarkan bentuk. Digital twin menggambarkan bentuk sekaligus kondisi aktualnya, selama datanya terhubung dan terpelihara.


Bagi perusahaan manufaktur, digital twin adalah salah satu pendekatan untuk meningkatkan visibilitas fasilitas, menghubungkan informasi antar sistem, dan mendukung keputusan berbasis data. Nilainya ditentukan oleh kualitas integrasi, bukan oleh seberapa detail model 3D-nya.


Machine Vision Indonesia menyediakan solusi Digital Twin yang menghubungkan model virtual 3D dengan aliran data langsung dari SCADA dan IoT. Modul ini terintegrasi dengan MES, SCADA, dan PLC, mendukung simulasi what-if, dan bisa dimulai dari satu aset sebelum diperluas.


Hubungi tim Machine Vision Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan di pabrik Anda.


Pertanyaan seputar Digital Twin dalam Industri

1. Apa perbedaan digital twin dan model 3D?

Model 3D berfokus pada representasi visual objek. Digital twin menghubungkan representasi digital itu dengan data dari objek fisik. Model 3D bisa menjadi bagian dari digital twin, tetapi tidak otomatis punya integrasi data.


2. Apakah digital twin harus berbentuk 3D?

Tidak. Representasinya bisa berupa model 3D, dashboard, diagram, atau model berbasis data, sesuai tujuan penggunaan. Model 3D berguna ketika lokasi dan tata letak aset penting bagi pengguna.


3. Data apa saja yang bisa dihubungkan ke digital twin?

Sumber yang umum adalah sensor, PLC, SCADA, dan MES. Data yang benar-benar bisa dihubungkan bergantung pada infrastruktur yang sudah ada di pabrik.


4. Apakah digital twin menampilkan kondisi mesin secara real-time?

Belum tentu. Data bisa tampil mendekati real-time atau diperbarui berkala. Yang menentukan adalah arsitektur komunikasi, frekuensi pengiriman data, dan kemampuan sistem yang dipakai.


5. Apakah digital twin sama dengan simulasi?

Tidak, tujuannya berbeda. Simulasi memodelkan perilaku sistem berdasarkan asumsi atau skenario tertentu. Digital twin merepresentasikan objek fisik dengan data aktualnya. Keduanya bisa digabung: digital twin bisa dilengkapi kemampuan simulasi bila fitur itu tersedia di sistemnya.


Comments


Ready to digitally transform your company? 

Discuss with us how our solution enables future digital growth in your company 

Screenshot_2022-11-14_at_11.54.24_AM-removebg-preview.png
bottom of page