Cari
  • Atika A

Digital Supply Chain, Jawaban atas Tantangan Supply Chain yang Semakin Dinamis

Diperbarui: Agt 4



Saat ini kita dihadapkan dengan tantangan di supply chain yang mengharuskan semua aliran rantai pasok dilakukan serba cepat. Menjamurnya e-commerce dan media belanja digital lainnya semakin mendorong tuntutan konsumen agar mereka bisa memperoleh produk yang mereka butuhkan dengan lebih cepat pula. Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 yang tanpa diduga berdampak besar bagi seluruh dunia. Supply chain menjadi salah satu yang paling merasakan dampak krisis global.


Baca juga: Membangun Supply Chain yang Lebih Tangguh di tengah COVID-19


Di artikel lalu telah disinggung tentang Digital Supply Network (DSN) sebagai opsi dalam menjawab tantangan supply chain yang dinamis. Selama ini kita sudah mengenal transformasi digital, bahkan ada beberapa perusahaan yang sudah mengimplementasikannya di pabrik mereka. Namun belum semua paham akan urgensi untuk go digital di bagian supply chain.


Sebuah DSN atau digital supply chain merepresentasikan proses, struktur organisasi dan teknologi yang memungkinkan fungsi perencanaan dan eksekusi dalam proses supply chain dari ujung ke ujung dapat dilakukan dengan mulus dan tanpa hambatan. Tidak seperti supply chain tradisional yang lambat, terstruktur berdasarkan fungsi dan hanya memiliki satu aliran, DSN bersifat lebih dinamis, lebih terintegrasi dan memiliki karakteristik berupa aliran informasi dan analitik yang lebih cepat dan berkelanjutan.


Sama seperti perubahan ke digitalisasi yang lain, memilih untuk beralih ke digital supply chain memerlukan penyusunan model bisnis yang baru, merombak yang telah lama digunakan, yang telah lama dianggap sebagai model bisnis yang “paling aman”. Beralih ke DSN memerlukan model bisnis baru yang menyertakan pelayanan di dalam setiap produk yang ditawarkan. Dengan kata lain, kita memberikan nilai tambah lain berupa pelayanan di dalam value chain yang awalnya hanya fokus pada produk. Selain itu, kita harus merancang strategi untuk bisa menjadi lebih dekat dengan pelanggan. Lebih dekat di sini berarti bahwa akses pelanggan untuk mendapatkan produk yang kita jual lebih mudah.


Dalam digital supply chain harus ada beberapa model aliran rantai pasok, tidak hanya satu aliran seperti yang ada di supply chain tradisional. Meskipun peralihan ke digital supply network merupakan sebuah bentuk perubahan yang komprehensif, tapi dasar-dasar supply chain yang digunakan masih sama yaitu service, inventory dan cost.


Untuk merealisasikan hidden potential dari DSN, perusahaan harus memiliki empat karakteristik agar bisa sukses membangun digital supply netwok yang terintegrasi. Keempat karakteristik utamanya yaitu RISC, rapid, intelligent, scalable, connected.


1. Rapid

Kecepatan adalah hal paling utama di masa depan. Dengan membuat supply chain lebih responsif, proaktif, prediktif, real-time dan terukur, perusahaan dapat bergerak cepat untuk memanfaatkan peluang-peluang yang dapat membuat mereka tumbuh dan mengembangkan keunggulan kompetitif.


2. Intelligent.

Keunggulan yang dimiliki DSN salah satunya adalah memberikan actionable insight berdasarkan data yang ada. Dari data-data yang terekam oleh sistem, perusahaan bisa menggunakannya untuk melakukan prediksi dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sehingga memungkinkan akselerasi dalam inovasi.


3. Scalable

DSN memiliki kemampuan untuk menyajikan pertimbangan dan pengukuran apakah perusahaan perlu menambah atau mengurangi jumlah supplier dan apakah perusahaan perlu berinvestasi atau melepas aset yang sudah diinvestasikan sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk memperhitungkan dan memaksimalkan efisiensi.


4. Connected

DSN bekerja dengan memanfaatkan cloud dan analitik dalam memberikan visibilitas real-time sebuah aliran rantai pasok dari ujung ke ujung. DSN juga dapat membuat perusahaan lebih terhubung baik secara internal maupun eksternal melalui sistem kolaborasi.

Memanfaatkan teknologi disruptif dan membangun digital supply chain berarti menghapuskan hambatan yang selama ini kita alami di supply chain tradisional dan mengharuskan kita fokus pada layanan terintegrasi yang dapat mendorong value di perusahaan. Dari implementasi digital supply chain, kita sebagai orang yang menjalankan bisnis bisa lebih memahami dan memonitor jalannya alur supply chain dari ujung ke ujung, memudahkan kita dalam melakukan improvement yang akan berpengaruh pada hubungan kita dengan supplier, distributor dan pelanggan. Pada akhirnya, digital supply chain juga tidak hanya menciptakan efisiensi pada rantai pasok, tapi juga menciptakan aliran rantai pasok yang lebih tangguh terutama ketika dihadapkan dengan krisis, seperti misalnya COVID-19 yang sedang kita hadapi saat ini.


Referensi:

Delivering at The Speed of Business: Digital Supply Networks in Life Science, Accenture

https://www.mckinsey.com/business-functions/operations/our-insights/supply-chain-40--the-next-generation-digital-supply-chain

MACHINE VISION
LINKS
ABOUT

lanius@machinevision.global

+62 821 4369 4139

+62 877 5339 3797

 

Jalan Ir. Soekarno No. 487

Surabaya, 60115

Indonesia

SOCIAL
  • White Instagram Icon
  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon

© 2020 by Machine Vision Indonesia