Search
  • Machine Vision Indonesia

Data Silo di Supply Chain: Bagaimana Menanganinya?


Seluruh kegiatan supply chain mulai dari supplier sampai ke pelanggan menghasilkan data. Pertanyaannya, apakah jutaan data tersebut berguna bagi semua yang terlibat?


 

Supply chain merupakan aktivitas yang sangat kompleks, banyak pekerjaan yang dilakukan, pihak yang dilibatkan, serta data yang dihasilkan. Belum lagi perusahaan yang sudah beralih ke digital supply chain, data yang dihasilkan tentu lebih banyak.


Tapi apakah big data yang dihasilkan dan dikumpulkan pada proses supply chain ini dimanfaatkan dengan maksimal? Atau jangan-jangan data ini malah hanya menjadi data silo?


Apa itu data silo?

Data silo adalah kumpulan data yang dimiliki oleh satu divisi yang tidak sepenuhnya dapat diakses oleh divisi lain dalam perusahaan yang sama. Di supply chain, data silo bisa jadi karena divisi sales, operasi, gudang dan logistik memiliki data mereka masing-masing yang hanya bisa diakses oleh orang di divisi itu sendiri.


Kenapa data silo menjadi masalah di supply chain?

Data silo memang tampak tidak berbahaya, mungkin karena kita masih terbiasa dengan situasi sebelum adanya digitalisasi. Dulu, saat perusahaan belum go digital, data yang terpisah antar divisi tidak menjadi masalah. Namun beda cerita saat kita sudah berada di era industri 4.0 di mana semua harus serba terkoneksi dan cepat. Data yang tertutup menciptakan hambatan untuk berbagi informasi dan kolaborasi lintas departemen. Karena inkonsistensi dalam data yang mungkin tumpang tindih di seluruh silo, kualitas data sering menurun. Ketika data disimpan sendiri, sulit juga bagi para manajer untuk mendapatkan pandangan holistik tentang data perusahaan.


Data silo dapat menyebabkan proses yang tidak konsisten dan tidak terdefinisi dengan baik, sumber dan sistem data yang berbeda atau hilang, serta ketidakselarasan di seluruh supply chain. Tantangan-tantangan ini dapat menaikkan biaya dan berpengaruh negatif pada akurasi dan kualitas, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan laba perusahaan.


Bagaimana menyelesaikan masalah data silo?

Ketika perusahaan ingin menyelesaikan masalah data silo, mereka beralih ke satu platform yang membantu mereka mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari sistem yang berbeda ini, memberi para stakeholder satu sumber kebenaran terstandarisasi yang menyediakan visibilitas dari ujung ke ujung yang bisa diakses semua pihak.


Lalu, bagaimana memulainya? Menurut Forbes, ada 3 langkah yang bisa dilakukan perusahaan yang ingin menyelesaikan masalah data silo


Pertama, identifikasi titik-titik di mana data silo terjadi. Tentukan peluang untuk mengkonsolidasikan sistem. Sistem yang tidak dapat dikonsolidasikan dapat dikumpulkan dan diakses melalui dasbor yang memungkinkan pengguna melihat semua informasi jadi satu sumber.


Selanjutnya, jika data silo terjadi karena faktor budaya perusahaan, maka masalah ini harus ditangani sebagai bagian dari inisiatif internal untuk mendorong kolaborasi lintas unit bisnis, departemen, dan tingkat hierarki. Cara ini membutuhkan perusahaan untuk membangun budaya baru. Dalam hal ini perlu pembentukan kepercayaan dan akuntabilitas yang aktif, serta kebiasaan berbagi data sehingga memungkinkan pengguna lain masuk ke dalam sistem dan menetapkan izin yang sesuai.


Yang terakhir, prioritaskan pemecahan masalah data silo sebagai bagian dari strategi bisnis. Tekankan di seluruh tujuan yang ditetapkan dan masukkan aspek kolaborasi ke dalam KPI. Hal ini dapat menyebabkan tidak hanya transformasi budaya, tetapi juga penataan kembali struktural perusahaan itu sendiri.


Dengan menangani data silo yang terjadi di supply chain, perusahaan mempersiapkan diri untuk sukses. Ketika sebuah perusahaan dapat menghilangkan bottleneck, memastikan produk tiba tepat waktu dan dalam kondisi baik, serta memperkuat laba mereka, maka perusahaan akan merasakan manfaatnya secara menyeluruh.


Ya memang tidak semua perusahaan mampu untuk sepenuhnya beralih ke digital supply chain karena memang butuh investasi yang tidak sedikit. Tapi jika Anda melakukan evaluasi secara rutin, bahkan dengan supply chain yang masih manual pun Anda sudah bisa menghemat waktu dan uang dalam jangka panjang. Perlu diingat bahwa komunikasi antar departemen melalui setiap langkah dalam supply chain adalah kunci untuk memastikan data silo tidak membahayakan bisnis Anda.

0 comments