Search
  • Machine Vision Indonesia

Bagaimana Perusahaan Akan Memanfaatkan Data di Tahun 2025?


Data sebenarnya adalah sebuah fakta secara statistik sederhana yang dikumpulkan selama kegiatan operasional bisnis berlangsung. Karena sifat data sendiri adalah fakta yang tidak terorganisir dan tidak terdefinisi, maka ia perlu diolah menjadi sebuah informasi untuk dapat memberikan suatu artian, maka dari itu ada sebuah laporan. Inilah mengapa data itu sangat penting dalam sebuah bisnis, karena menjadi dasar untuk semua pelaporan. Di era ekonomi digital saat ini, perusahaan memiliki akses ke lebih banyak data daripada sebelumnya. Data ini menciptakan dasar kecerdasan untuk mempermudah pengambilan keputusan bisnis yang penting. Survei dari Deloitte mencatat bahwa 49% responden setuju bahwa analitik data dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik. Namun perlu diketahui, untuk dapat memanfaatkan data dan analitik sepenuhnya, perusahaan perlu tahu bagaimana cara untuk mendapatkan nilai maksimal dari keseluruhan data perusahaan.

Berikut beberapa gambaran bagaimana cara data mendorong masa depan perusahaan di tahun 2025:

  1. Data di setiap keputusan, interaksi, dan proses Saat ini masih banyak masalah bisnis masih diselesaikan dengan pendekatan tradisional dan membutuhkan waktu bisa sampai bulanan dan tahunan untuk diselesaikan. Di tahun 2025 mendatang, hampir semua karyawan akan memanfaatkan data untuk menunjang pekerjaannya. Budaya berbasis data ini akan mendorong peningkatan kinerja berkelanjutan dan menciptakan pengalaman yang benar-benar berbeda untuk karyawan hingga konsumen. Contoh, manajer toko mengarahkan konsumen dengan program loyalitas ke produk yang mereka anggap menarik saat berbelanja menggunakan real-time analytics, serta merampingkan sepenuhnya otomatisasi proses pembayaran.

  2. Data diproses dan disampaikan secara real-time Saat ini masih sebagian kecil data dari perangkat mesin yang diambil datanya, bahkan belum diproses dan dianalisis secara real-time karena keterbatasan teknologi lama, tantangan adopsi perangkat yang lebih modern serta tuntutan komputasi yang tinggi. 2025 memungkinkan banyaknya pemrosesan data secara real-time karena jaringan yang meluas dari banyaknya perangkat yang terhubung untuk mengumpulkan dan mengirimkan data. Mulai dari bagaimana data dihasilkan, diproses, dianalisis dan divisualisasikan akan diubah oleh teknologi baru yang digunakan dimana-mana. Secara keseluruhan, hal ini akan memungkikan untuk memberikan gambaran secara meluas kepada semua pihak mulai dari mitra, karyawan hingga pelanggan. Sebagai ilustrasi, tim maintenance untuk infrastruktur aset secara teratur dapat memanfaatkan jaringan sensor yang terhubung untuk mendeteksi kebutuhan maintenance secara real-time.

  3. Penyimpanan data yang fleksibel, terintegrasi dan siap digunakan Sebagian besar data saat ini masih diatur secara terstruktur menggunakan alat database relasional. Hal ini membuat operator data menghabiskan waktu yang lebih lama karena harus mengeksplorasi kumpulan data secara manual, mencari korelasi diantaranya dan menggabungkannya bersama. Karena masih menggunakan proses manual, hal ini tidak saja memakan waktu, namun juga kurang terukur dan rawan kesalahan. Praktisi data di 2025 nanti semakin memanfaatkan berbagai jenis database seperti time-series databases, database grafik dan database NoSQL yang memungkinkan cara yang lebih fleksibel untuk mengatur data. Contoh aplikasinya, perusahaan transportasi dan logistik menggunakan data lokasi real-time dan sensor yang dipasang di kendaraan dan jaringan transportasi untuk mengembangkan digital twin dari rantai pasokan.

  4. Pemrioritasan keamanan dan privasi data Keamanan data dan perlindungan privasi seringkali tidak memadai saat ini. Banyaknya kasus penyalahgunaan data juga tidak jarang dijumpai. Namun, di 2025 mendatang akan semakin banyak cara dan teknologi untuk perlindungan data dan didorong ekspektasi UU atau peraturan dari pemerintah. Contoh, institusi pemerintah dengan data yang sangat sensitif secara otomatis dapat mencadangkan beragam informasi dengan lancar.

  5. Data diperlakukan seperti produk Saat ini data seakan tidak memiliki "pemilik" sejati yang memastikannya diperbarui dan siap digunakan dengan berbagai cara. Namun di 2025 mendatang, data akan diperlakukan sebagai produk untuk memenuhi berbagai tantangan bisnis, mengurangi waktu dan biaya untuk menghadirkan kemampuan baru yang dikendalikan oleh AI. Sebagai ilustrasinya, rumah sakit menggunakan data sebagai produk perantara untuk melihat kesehatan pasien secara penuh. Atau pabrik yang menggunakan data untuk riset pengembangan produk.

Penggunaan dan pemanfaatan data yang kian meluas akan membawa bisnis ke tingkat dimana tidak adanya dokumen beredar di masa depan. Pada tahun 2025 mendatang, lebih dari 50% data akan dikumpulkan di edge. Pada 41,6 miliar perangkat IoT, sekitar 6 miliarnya itu hanya smartphone. Lebih banyak lagi yang akan datang dari sensor, kamera, dan sejenisnya. Namun tentu saja prediksi ini hanya akan menjadi nyata ketika kita sudah familiar dan menyiapkan infrastruktur untuk mengambil keuntungan penuh dari teknologi ini.


Perubahan dinamika ini menjadi sesuatu yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Pertanyaannya adalah: Apakah kita semua sudah siap?


0 comments