industrial IoT manufaktur
MACHINE VISION
LINKS
ABOUT

[email protected]

[email protected]l

+62 821 4369 4139

+62 877 5339 3797

 

Jalan Ir. Soekarno No. 487

Surabaya, 60115

Indonesia

SOCIAL
  • White Instagram Icon
  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon

© 2017 by Machine Vision Indonesia

Cari
  • Atika A

Awal Mula Konsep Lean yang Merubah Industri


Pernahkah anda mendengar istilah “lean manufacturing”? Lean manufacturing merupakan istilah yang selalu mengiringi jika membicarakan proses operasional khususnya di industri manufaktur. Lean manufacturing merupakan konsep strategi dalam manajemen operasional yang menitikberatkan pada eliminasi waste dan peningkatan nilai tambah. Gaspersz (2008) dalam bukunya yang berjudul “Total Quality Management” mendefinisikan lean sebagai upaya terus menerus (continuous improvement effort) untuk menghilangkan pemborosan (waste), meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan jasa) dan memberikan nilai kepada pelanggan (customer value).


Konsep lean diperkenalkan oleh Henry Ford pada tahun 1913. Ford membuat sistem untuk standarisasi produksi serta strategi manufaktur yang ia sebut sebagai flow production. Flow production memungkinkan integrasi antara mesin, manusia, peralatan hingga produk untuk membentuk aliran produksi yang kontinu. Ford menyusun tahapan fabrikasi menjadi urutan-urutan mulai dari pembuatan hingga perakitan komponen hanya dalam beberapa menit.


Model T yang diperkenalkan Ford ini menjadi revolusi dalam sistem manufaktur Amerika.

Namun kekurangan dari model ini terletak pada ketidakmampuannya memberikan pilihan variasi produk bagi konsumen. Ketika dunia berubah, Ford tidak mampu berubah mengikuti tren hingga akhirnya Ford tak dapat memenuhi permintaan konsumen untuk variasi produk.


Di tahun 1930-an ketika kesuksesan Ford menurun, Kiichiro Toyoda dan Taichi Ohno dari Toyota memahami situasi yang sedang terjadi pada pasar otomotif. Kiichiro Toyoda kemudian mempelajari secara langsung bagaimana flow production Ford bekerja. Hingga setelah berakhirnya Perang Dunia II, Toyota menyadari bahwa proses produksi yang berkelanjutan dan produksi dengan pilihan produk yang beragam dapat dilakukan. Berangkat dari konsep Jidoka yang telah dibawa oleh Sakichi Toyoda, konsep lean Toyota semakin dikembangkan. Konsep yang dikenal dengan sebutan Toyota Production System (TPS) ini hingga sekarang telah menjadi contoh dan panutan bagi industri untuk mewujudkan lean manufacturing di perusahaannya.


Sumber:

Gaspersz, Vincent. 2008. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

https://www.lean.org/whatslean/history.cfm