Search
  • Machine Vision Indonesia

Akankah IoT Berkembang Pasca Pandemi?


COVID-19 yang awalnya kita kira hanya akan berlangsung selama beberapa bulan ternyata masih berlanjut hingga detik ini. Banyak industri merugi, ada pula yang malah mendulang keuntungan. Tapi yang pasti, mereka berusaha menekan pengeluaran untuk bertahan di tengah ekonomi dunia yang melemah.


Sebagai mitigasi pandemi, industri berbondong-bondong mengakselerasi agenda transformasi digital, mengoptimalkan penggunaan Internet of Things (IoT) berharap semua itu bisa menyelamatkan bisnis mereka. Selama setahun ini kita menyaksikan secara langsung seberapa hebat IoT mempermudah aktivitas bisnis selama work from home (WFH) dan pembatasan sosial. Tapi akankah investasi ke IoT terus tumbuh pasca pandemi?


Aplikasi IoT selama ini banyak ditemukan di industri seperti kesehatan, manufaktur, dan transportasi. Hal ini karena data-data yang dikumpulkan dari IoT dapat memberikan dampak luar biasa pada hal-hal seperti mengamati tanda-tanda vital pasien, mengelola supply chain, melacak barang yang mudah rusak, dan banyak lagi.


Sepanjang tahun 2020, penggunaan IoT pada sektor kesehatan mengalami pertumbuhan yang pesat. Investasi jangka pendek ini diprioritaskan untuk menangani dampak COVID-19. Salah satu yang mendorong pertumbuhan ini adalah penggunaan telemedicine. Pandemi COVID-19 yang semakin memburuk dan rumah sakit yang penuh membawa ketakutan tersendiri untuk memeriksakan kesehatan secara langsung di rumah sakit. Selain itu adanya pembatasan sosial yang memaksa masyarakat tetap #dirumahaja membuat telemedicine jadi pilihan jika ingin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter. Selain sektor kesehatan, implementasi IoT juga mengalami peningkatan di physical security.

Sumber: Gartner


Lalu jika kita melihat dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata investasi selama 2019-2029, sektor kesehatan berada di titik 10%. CAGR manufaktur menjadi yang tertinggi dalam investasi IoT untuk jangka panjang, disusul dengan sektor otomotif.


Kenapa CAGR manufaktur dan otomotif bisa tinggi padahal tingkat pertumbuhannya di 2020 justru kecil? Alasan pertama, industri manufaktur dan otomotif merupakan sektor industri yang paling terdampak pandemi. Untuk bisa bertahan, mereka harus menekan pengeluaran sembari menjalankan bisnis seefisien mungkin. Kedua, biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan transformasi tidak sedikit sehingga hanya industri besar yang cukup stabil dan memang telah memiliki anggaran untuk transformasi yang bisa melakukannya dengan cepat.


Transformasi digital dan implementasi IoT merupakan agenda dengan roadmap yang panjang dan bertahap. Investasi ke transformasi digital dan aplikasi IoT akan semakin tumbuh setelah pandemi usai. Hal ini karena para pelaku industri telah sadar betapa hebatnya IoT membantu bisnis bertahan dari guncangan. Industri-industri ini mempersiapkan transformasi digital secara bertahap agar mereka bisa adaptif dan lebih siap dengan disrupsi yang mungkin terjadi lagi di masa depan.

0 comments