Search
  • Machine Vision Indonesia

Lakukan Hal Ini Untuk Meningkatkan Efektivitas Pelatihan K3


Pelatihan karyawan menjadi salah satu bagian dari program pembelajaran yang efektif. Tujuan akhirnya adalah menambah kompetensi karyawan sesuai kebutuhannya. Dalam operasional produksi misalnya, pelatihan keselamatan karyawan bertujuan agar pekerja dapat melakukan aktivitas pekerjaannya dengan aman, tanpa bahaya di dalam tempat kerja. Seperti yang kita tahu, pelatihan keselamatan dan kesehatan karyawan ini sangat vital. Untuk itu, perusahaan harus memastikan pelatihan ini berjalan efektif dan sukses. Karena jika gagal, maka akan ada kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini akan menyeret masalah lain seperti terjadinya penurunan produktivitas kerja, perusahaan mengalami kerugian finansial, dan yang lebih penting, individu dan keluarga yang terdampak berisiko mengalami penurunan kualitas hidup. Program pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja memang tidak bisa dirumuskan dengan cepat dalam semalam saja. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pemimpin untuk mensukseskan pelatihan yang berkualitas tinggi:

  1. Apakah training solusi yang paling tepat? Terkadang masih dijumpai beberapa pemimpin yang menggeneralisasi kebutuhan pelatihan untuk semua karyawannya. Memutuskan semua staf harus melakukan training manual yang sama, sedangkan tidak semua aktivitas pekerjaan karyawannya sama. Misalnya, karyawan perlu mengangkat kotak besar ke rak tinggi. Untuk melakukannya secara aman, perusahaan perlu mengganti kotak besar dengan kotak kecil yang diletakkan di rak bawah. Atau, untuk lebih efisiennya perusahaan dapat mengganti penyimpanan kertas di kotak besar menjadi penyimpanan file secara digital.

  2. Dukungan di tempat kerja Untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan sehat, dukungan perusahaan sangat diperlukan. Perusahaan juga perlu mengadakan sesi konsultasi pekerja dalam pelatihan keselamatan untuk mengukur keberhasilan program. Para pekerja ini harus disadarkan terkait risiko bahaya dan bagaimana pengendaliannya. Hasil pembelajaran dari pelatihan ini harus jelas, relevan dan dapat dicapai.

  3. Indikator efektivitas Beberapa indikator seperti absensi, formulir feedback, beberapa tes, dan ujian akhir terkadang perlu dikaji ulang. Apakah indikator tersebut sudah efektif mampu melindungi orang dari bahaya? Apakah tujuan kompetensi tercapai? Apakah tujuan kompetensi tersebut benar-benar tindakan pengendalian yang tepat untuk mengurangi risiko bahaya? Pelatihan yang benar tidak hanya berfokus pada konsekuensi lokasi bahaya yang sering terjadi. Harus memperhatikan wilayah lain yang berpotensi menimbulkan bahaya meskipun kecil kemungkinannya. Misal, mengaudit akumulasi sampah yang mudah terbakar atau pintu kebakaran yang kecil dan terhalang.

  4. Gunakan teknologi yang tepat Perusahaan dapat mempertimbangkan teknologi yang dapat mendukung seluruh kegiatan training pembelajaran, terutama dari segi praktek. Seperti teknologi Virtual Reality yang dapat memastikan keamanan pelatihan karena karyawan dapat melakukan pelatihan berbahaya secara virtual tanpa risiko cedera. Selain itu, pelatihan dapat diulang berulang kali sesuai kebutuhan perusahaan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Baca juga: 8 Kekuatan Super Virtual Reality untuk Pengembangan Skill


Esensi dari pelatihan keselamatan yang efektif adalah dengan melatih karyawan untuk paham dan ingat agar dapat mereka terapkan di tempat kerja. Perusahaan perlu berfokus pada hal lain yang berpotensi bahaya meskipun kecil. Pada akhirnya, pelatihan keselamatan akan mengurangi aktivitas yang membahayakan dan produktivitas kerja tetap optimal. Jika semua terlaksana dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang positif bagi seluruh pihak baik perusahaan maupun karyawan.

Recent Posts

See All

Ready to digitally transform your company? 

Discuss with us how our solution enables future digital growth in your company 

Screenshot_2022-11-14_at_11.54.24_AM-removebg-preview.png